PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • HIMAKAHA FK Unhas Paparkan Capaian Program OCEANS di Desa Popo Takalar • DPRD Makassar Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp5,26 Triliun, Fraksi Soroti Arah Belanja Pemkot • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • Vape Narkoba Incar Generasi Muda: Kejahatan Berkedok Tren • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • DPRD Makassar Desak Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • HIMAKAHA FK Unhas Paparkan Capaian Program OCEANS di Desa Popo Takalar • DPRD Makassar Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp5,26 Triliun, Fraksi Soroti Arah Belanja Pemkot • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • Vape Narkoba Incar Generasi Muda: Kejahatan Berkedok Tren • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • DPRD Makassar Desak Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah •
Internasional

Ramadhan Tahun Ini, Warga Mesir Ubah Kebiasaan Belanja

2376
×

Ramadhan Tahun Ini, Warga Mesir Ubah Kebiasaan Belanja

Sebarkan artikel ini
Ramadhan Tahun Ini, Warga Mesir Ubah Kebiasaan Belanja
Sebuah tuk-tuk melewati pasar yang menjual lentera Ramadan dan dekorasi lainnya serta bahan makanan di distrik Sayyida Zeinab di ibu kota Mesir, Kairo, 30 Maret 2022, di tengah persiapan menjelang bulan suci Ramadhan. (Khaled DESOUKI/AFP/VOA)

DUNIA—Di tengah devaluasi mata uang, yang diperburuk kenaikan harga bahan bakar dan pangan global, biaya makan rata-rata dalam bulan suci Ramadhan semakin tinggi bagi banyak warga Mesir. Mereka terpaksa mengubah kebiasaan belanja di bulan suci ini.

Sebuah pasar tradisional di kawasan permukiman Sayeda Nafisa di Kairo tak pernah sepi pengunjung. Di sana, warga Mesir bisa dengan mudah menemukan kacang-kacangan, buah-buahan kering, dan makanan pokok Ramadan lainnya. Mereka bahkan bisa menemukan berbagai pernak-pernik Ramadan untuk menyemarakkan suasana bulan puasa.

Namun berbeda dengan Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya, para pengunjung kali ini umumnya menahan diri sewaktu membelanjakan uang mereka. Paling tidak, itu kata Mohamed Ahmed Tawfiq, yang mengaku cenderung membeli setengah dari jumlah yang biasanya dibeli saat Ramadhan.

“Tahun lalu harga sedikit lebih rendah. Tahun ini produk ada, tapi harganya lebih mahal dari tahun lalu. Tahun lalu saya beli satu kilo, sekarang saya beli setengah kilo. Kalau dulu saya beli setengah kilo, sekarang saya beli seperempat kilo,” jelasnya.

Sikap menahan diri juga diambil Khaled Mohsen, pengacara dan ayah tiga anak. Ia sering datang ke pasar itu bersama keluarganya untuk berbelanja kebutuhan pokok Ramadhan.

Namun, sementara ia mengakui bahwa harga banyak kebutuhan pokok lebih tinggi pada tahun ini, harga itu masih terjangkau oleh keluarga berpenghasilan menengah seperti dirinya.

“Saya mengajak anak-anak berbelanja dan saya akan berbelanja lagi untuk kebutuhan Ramadan. Saya mungkin tidak membeli dalam jumlah banyak tetapi saya akan membeli apapun yang saya butuhkan,” jelasnya.

Mesir mendevaluasi mata uangnya, pound, sebesar 14 persen bulan lalu menyusul invasi Rusia ke Ukraina. Perang itu mendorong banyak investor asing menarik miliaran dolar dari pasar uang Mesir sehingga memberikan tekanan pada mata uangnya.

Menurut badan penyedia data keuangan Refinitif, pound turun menjadi 18,17-18,27 terhadap dolar AS, setelah sebelumnya diperdagangkan sekitar 15,7 pound per dolar AS sejak November 2020.

Perang di Ukraina juga memukul perekonomian Mesir. Rusia dan Ukraina adalah pemasok utama gandum ke Mesir, sementara Mesir adalah importir gandum terbesar dunia. Kedua negara itu juga merupakan pemasok wisatawan terbesar bagi resor-resor Laut Merah yang berada di Mesir. [VOA News)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com