Penerima Vaksin Sekali Suntik Kesulitan Dapat Booster

Penerima Vaksin Sekali Suntik Kesulitan Dapat Booster
Seorang warga sedang menerima Vaksin Covid-19 di Aula Masjid Amirul Mukminin, Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. (Mediasulsel.com/Agays)

POSO—Penerima vaksin Janssen, atau lebih dikenal dengan Johnson & Johnson, dilaporkan mengalami kesulitan mengakses vaksin penguat atau booster. Sebabnya, vaksin tersebut diberikan dalam dosis tunggal atau satu kali suntik.

Padahal, saat mereka meminta vaksin dosis ketiga alias booster, petugas vaksin di lapangan meminta bukti vaksin dosis 2. Di aplikasi Peduli Lindungi pun, merek hanya dicatat menerima satu dosis saja.

Ketiadaan informasi tentang vaksin dosis 2 ini juga menyulitkan penerima vaksin Janssen saat akan mengakses transportasi publik yang mensyaratkan adanya sertifikat vaksin dosis 1 dan 2.

Akibatnya, saat hendak pergi ke luar kota dengan pesawat, kereta api, atau kapal laut, mereka diwajibkan untuk tes antigen karena dianggap belum mendapat vaksin dosis 2.

Koordinator Koalisi Akses Vaksin untuk Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan, Hamid Abidin mengatakan kasus-kasus semacam itu terjadi karena kurangnya sosialisasi mengenai vaksin Janssen yang berbeda dari vaksin-vaksin lainnya.

Pemerintah, katanya, perlu memberikan pemahaman kepada pihak- pihak yang terlibat dalam vaksinasi bahwa penerima vaksin Janssen berhak menerima booster.

Berita Lainnya

“Apalagi vaksin booster saat ini menjadi persyaratan untuk mudik. Jangan sampai mereka gagal mudik karena ditolak saat akan melakukan vaksin booster,” jelas Hamid Abidin dalam siaran Pers yang diterima VOA, Jumat (8/4/2022).

Lihat Juga:  Kuliah Daring Bisa Diikuti Sambil Rebahan di Rumah

Berita terkait