PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sebelum OTT HGB, KPK Sudah Bongkar 8 Celah Korupsi ATR/BPNMakassar Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Appi Bawa Pulang 300 Unit Bedah RumahDPRD Makassar Soroti Data Anggaran, Minta TAPD Tak Asal Ajukan ProgramMenkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sebelum OTT HGB, KPK Sudah Bongkar 8 Celah Korupsi ATR/BPNMakassar Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Appi Bawa Pulang 300 Unit Bedah RumahDPRD Makassar Soroti Data Anggaran, Minta TAPD Tak Asal Ajukan ProgramMenkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi Persidangan
Toraja Utara

Ratusan Penari Semarakkan Gellu Tua Toraya, Tandai Pembukaan Toraya Ma’gellu 2026

229
×

Ratusan Penari Semarakkan Gellu Tua Toraya, Tandai Pembukaan Toraya Ma’gellu 2026

Sebarkan artikel ini
Toraya Magellu1 1
Ketua MASATA Toraja Utara sekaligus Ketua Panitia Toraya Ma'gellu 2026, Damayanti Batti, berpose usai mengikuti Tari Massal Gellu Tua Toraya di Alun-Alun Kota Rantepao, Jumat (19/6/2026). Menurutnya, tarian tersebut merupakan warisan budaya yang sarat makna dan perlu terus dilestarikan oleh generasi muda. (Foto : Anny Marimbunna)

TORAJA UTARA — Lebih dari 300 penari dari berbagai kalangan memukau ribuan penonton dalam pertunjukan Tari Massal Gellu Tua Toraya yang membuka rangkaian kegiatan Toraya Ma’gellu 2026 di Alun-Alun Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Jumat (19/6/2026).

Ratusan penari yang terlibat berasal dari beragam unsur masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, TP PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, istri anggota DPRD Toraja Utara, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum. Ketua MASATA Toraja Utara sekaligus Ketua Panitia Toraya Ma’gellu 2026, Damayanti Batti, turut ambil bagian dalam tarian massal tersebut.

Penampilan Gellu Tua Toraya berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta wisatawan yang memadati lokasi acara. Selama sekitar 40 menit, para penari menampilkan gerakan-gerakan khas yang sarat makna budaya, menghadirkan suasana penuh sukacita dan kebersamaan.

Damayanti Batti mengatakan, Gellu Tua Toraya dipilih sebagai pembuka Toraya Ma’gellu 2026 karena memiliki nilai filosofis yang mendalam bagi masyarakat Toraja.

“Gellu Toraya adalah doa. Setiap gerakannya memiliki makna tersendiri. Melalui penampilan ini kami berharap nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan dan dilestarikan oleh generasi muda,” ujarnya.

Menurut Damayanti, pemilihan Gellu Tua Toraya juga menjadi bentuk komitmen untuk menjaga dan memperkenalkan kembali akar budaya Toraja di tengah berkembangnya berbagai tari kreasi modern.

“Banyak tari kreasi yang berkembang saat ini, namun kita tidak boleh melupakan akar budayanya. Gellu Tua Toraya adalah salah satu warisan leluhur yang menjadi dasar dan sumber inspirasi berbagai pengembangan seni tari Toraja. Karena itu, kami ingin generasi muda tidak hanya mampu menampilkan tari-tarian kreasi, tetapi juga memahami nilai, filosofi, dan pakem budaya yang diwariskan oleh leluhur,” katanya.

Ia menegaskan, Toraya Ma’gellu bukan sekadar ajang pertunjukan seni budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda agar tetap memiliki keterikatan dengan identitas daerahnya.

“Pelestarian budaya bukan berarti menolak perkembangan. Justru melalui pemahaman terhadap warisan budaya asli, kita dapat melahirkan kreativitas baru yang tetap berpijak pada identitas dan nilai budaya Toraja,” tambahnya.

Gellu Tua Toraya merupakan tarian tradisional yang biasa ditampilkan dalam berbagai ritual sukacita masyarakat Toraja atau Rambu Tuka’, seperti pentahbisan rumah adat Tongkonan, pesta pernikahan, ibadah syukur, hingga berbagai perayaan adat lainnya.

Bagi masyarakat Toraja, tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ekspresi syukur, doa, dan harapan yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Toraya Magellu2
Tradisi penyelipan uang pada aksesori kepala penari mewarnai pelaksanaan Tari Massal Gellu Tua Toraya di Alun-Alun Kota Rantepao, Toraja Utara, Jumat (19/6/2026). Sejumlah masyarakat turut memberikan penghormatan dan apresiasi kepada para penari melalui tradisi yang menjadi bagian dari ekspresi sukacita dalam budaya Toraja. (Foto : Anny Marimbunna)

Salah satu tradisi yang masih dipertahankan dalam pertunjukan Gellu Tua Toraya adalah pemberian tanda penghargaan berupa uang yang diselipkan pada hiasan kepala atau aksesori penari. Tradisi tersebut menjadi simbol apresiasi, penghormatan, sekaligus ungkapan sukacita masyarakat terhadap para penampil, serta menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyaksikan pertunjukan.

Selain tari massal, rangkaian pembukaan Toraya Ma’gellu 2026 juga dimeriahkan dengan peragaan busana yang menampilkan beragam batik dan wastra khas Toraja. Penampilan tersebut semakin memperkaya sajian budaya yang ditampilkan sekaligus menjadi media promosi kekayaan tekstil tradisional dan identitas budaya Toraja kepada masyarakat luas.

Kehadiran Tari Massal Gellu Tua Toraya sebagai pembuka kegiatan menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur di tengah arus perkembangan zaman, sehingga nilai-nilai budaya Toraja tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi mendatang. (4nny)

Toraya magellu3
Tradisi penyelipan uang pada aksesori kepala penari mewarnai pelaksanaan Tari Massal Gellu Tua Toraya di Alun-Alun Kota Rantepao, Toraja Utara, Jumat (19/6/2026). (Foto: Anny Marimbunna)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com