PANGKEP—Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) langsung “tancap gas” di sektor pendidikan. Sebanyak 14.281 siswa SD dan SMP menerima seragam sekolah gratis, sementara 5.664 mahasiswa kurang mampu digratiskan biaya SPP.
Program ini menjadi sorotan utama dalam peringatan Hari Jadi ke-66 Pangkep yang digelar di Gedung DPRD, Selasa (14/4/2026), sebagai bukti nyata intervensi langsung pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar membangun sumber daya manusia yang kompetitif dan berkelanjutan.
Tak hanya pendidikan, MYL juga membeberkan capaian ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Pangkep tetap stabil di angka 5,00 persen. Bahkan, Pangkep kini menempati posisi ketiga PDRB terbesar di Sulawesi Selatan dan peringkat kedua PDRB per kapita dengan nilai mencapai Rp104,70 juta pada 2025.
Sektor pertanian, perikanan, kehutanan, hingga industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi. Dampaknya, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 11,60 persen—tercatat sebagai penurunan terbesar kedua di Sulsel.
Di bidang kesehatan, layanan terus diperluas. Program “Si Jagai” di daratan hingga puskesmas keliling di wilayah kepulauan seperti Liukang Kalmas dan Liukang Tangaya memastikan akses kesehatan makin merata. Bahkan, cakupan jaminan kesehatan kini telah mencapai 100 persen atau Universal Health Coverage (UHC).
Pemkab Pangkep juga selaras dengan program nasional. Sebanyak 29 dapur SPPG telah beroperasi untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan total 72.118 penerima manfaat.
Tak berhenti di situ, berbagai program strategis lainnya juga digulirkan. Mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat di lahan 5 hektare, perbaikan 48 rumah warga berpenghasilan rendah, hingga pembentukan tim percepatan penanggulangan TBC.
Di sektor lingkungan, Pangkep bahkan mencatat lompatan inovasi. Bersama Pemprov Sulsel dan PT Semen Tonasa, fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) berkapasitas 7 ton per hari resmi beroperasi—menjadikannya satu-satunya di Indonesia Timur.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut Pangkep sebagai daerah strategis penopang Mamminasata sekaligus salah satu yang paling progresif dalam menekan angka kemiskinan.
“Pangkep ini luar biasa, penurunan kemiskinannya terbaik kedua di Sulsel,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Sulsel turut menggelontorkan bantuan keuangan sebesar Rp10 miliar, ditambah bantuan sektor pertanian, rumah layak huni, UMKM, hingga logistik kebencanaan. (Ag4ys)













