TORAJA UTARA — Ribuan warga memadati Lapangan Bakti, Rantepao, Sabtu (25/4/2026), dalam kegiatan Maklumat Kebangsaan yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Toraja Utara dan Tana Toraja. Kegiatan ini menjadi seruan bersama lintas agama untuk menghadapi ancaman sosial yang dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama bagi generasi muda.
Sejak pagi hingga siang, masyarakat dari berbagai kalangan terus berdatangan dan bertahan mengikuti seluruh rangkaian acara. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kepedulian publik terhadap persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Kegiatan ini mempertemukan tokoh lintas agama dari Katolik, Islam, Kristen Protestan, Kibaid, hingga Pentakosta, bersama tokoh adat, pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, serta elemen masyarakat dalam satu panggung kebersamaan.
Puncak acara ditandai dengan pembacaan Maklumat Kebangsaan oleh FKUB Toraja Utara dan Tana Toraja. Isi maklumat menegaskan komitmen bersama menjaga moral generasi muda, memperkuat nilai keagamaan, dan mempertahankan tatanan budaya Toraja dari berbagai ancaman sosial.

Dalam pernyataan tersebut, sejumlah langkah konkret turut disuarakan, mulai dari penindakan terhadap praktik perjudian dan peredaran narkoba, penertiban aktivitas yang dinilai menyimpang dari norma sosial, hingga penguatan pembinaan moral melalui kolaborasi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Ketua DPRD Toraja Utara, Dra. Hermin Sa’pang Matandung, menilai persoalan sosial yang berkembang saat ini bukan lagi masalah individu, melainkan ancaman serius bagi ketahanan sosial masyarakat.
“Ini bukan lagi persoalan individu, tetapi ancaman nyata bagi generasi muda dan ketahanan sosial masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan perlunya langkah terpadu yang berkelanjutan, termasuk penegakan hukum secara tegas tanpa pandang bulu.
Senada dengan itu, Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat pembinaan moral masyarakat melalui peran keluarga, pendidikan, dan kegiatan keagamaan.
“Pemerintah tidak akan tinggal diam. Langkah konkret akan diambil untuk menjaga tatanan sosial masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, persatuan dan keharmonisan sosial harus terus dijaga sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat Toraja.
Anggota DPR RI, Irjen Pol (Purn) Frederik Kala’lembang, turut mengapresiasi inisiatif FKUB yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu gerakan bersama.
“Masalah ini bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab kita semua,” katanya.
Ia menilai penguatan komunikasi dalam keluarga dan lingkungan sosial menjadi kunci dalam mencegah berbagai persoalan sosial. Selain itu, koordinasi lintas sektor dinilai perlu diperkuat agar penanganan masalah sosial berjalan lebih efektif.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin para tokoh agama sebagai simbol persatuan dan harapan bagi masa depan Toraja yang lebih harmonis.
Maklumat Kebangsaan tersebut menjadi penegasan bahwa masyarakat Toraja memilih bersatu menghadapi ancaman sosial demi menjaga generasi muda dan mempertahankan nilai budaya yang telah lama dijaga. (4nny)













