Satgas PON XX
Pertemuan Satgas PON XX Sulsel dengan para pelatih cabang olahraga yang dinyatakan lolos PON XX Papua di Kantor KONI Sulsel, Senin (22/2/2021) malam. (Foto: Ist)

MAKASSAR—Sebagai upaya mewujudkan Atlet yang siap bertarung pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX tahun 2021 di Papua, Satuan Tugas (Satgas) PON Sulsel akan segera melaksanakan tes bagi seluruh atlet yang lolos PON XX.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Satgas PON XX Sulsel dengan para pelatih cabang olahraga yang dinyatakan lolos PON XX Papua di Kantor KONI Sulsel, Senin (22/2/2021) malam, yang dipimpin Wakil Ketua I Satgas PON Sulsel, Prof. Dr. Musakir, SH, MH, didampingi Sekretaris, Dr. Addien M.Kes, AIFO, Wakil Sekretaris Nadwi Syam,  Ketua Bidang Prestasi dan Monev, Prof. Dr. Andi Ihsan M.Kes, AIFO, bersama anggotanya Dr. Nukhrawi Nawir, M.Kes, AIFO dan Aswan Ali.

Rencananya rangkaian test yang akan dilaksanakan di kantor KONI Sulsel, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat tersebut, akan dilaksanakan tanggal 9 hingga 11 Maret 2021.

Wakil Ketua I Satgas PON Sulsel, Prof. Dr. Musakir, saat pemimpin rapat mengemukakan, bahwa para atlet dan pelatih juga akan dilakukan vaksinasi yang dijadwalkan setelah Ramadan, dan untuk pelaksanaannya Ketua Satgas PON XX/2021 Sulsel akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel.

Sementara itu Ketua Bidang Prestasi dan Monev Satgas PON Sulsel, Prof. Andi Ihsan M.Kes, AIFO, mengatakan, tes dilaksanakan untuk melihat perkembangan dan progres atlet tersebut, sekaligus merupakan  upaya  memenuhi target Gubernur agar Sulawesi Selatan dapat masuk ke dalam 10 besar PON XX.

Lebih lanjut Andi Ihsan menyebutkan beberapa test yang akan dilaksanakan mencakup; Harvard test yang yang merupakan indikator terdegradasi dan tidaknya seorang atlet, bertujuan untuk memantau kesehatan dan daya tahan para atlet, serta explosive power test, yang mencakup tes vertikal dan tes horizontal, serta tes fleksibilitas yang diharapkan membantu para pelatih memilih tes apa yang cocok disesuaikan dengan karakteristik cabang olahraga masing-masing.

Selain itu juga diberikan tes reaksi yang mencakup reaksi kaki dan reaksi tangan, yang setiap cabang olahraga bisa memilih salah satu tes jenis tes ini sesuai dengan karakteristik cabang olahraga dan boleh juga kedua-duanya.

Tes lain yang juga akan dilaksanakan adalah tes kelincahan, yang mencakup satu model, yakni berupa shutle run, tes koordinasi yang mencakup hand coordination (koordinasi tangan) dan foot coordination (koordinasi kaki), dan yang terakhir bip test, jenis tes yang bisa mewakili tes daya tahan pada umumnya.

“Dengan tes-tes ini kita harapkan tidak ada lagi atlet yang terdegradasi, tetapi sudah menunjukkan hasil yang maksimal menghadapi PON XX/2021 Papua,” tegas Prof. Ihsan.

Setelah tes bulan Maret ini, lanjut Ihsan Satgas PON Sulsel masih akan melaksanakan tes berikutnya pada bulan Juni yang mencakup psikotes untuk mendeteksi aspek psikis dan berkaitan dengan kejiwaan para atlet, yang akan ditangani tiga tenaga psikologi olahraga yang sudah mengantongi sertifikat, sebab, 70-80% pengaruh kondisi psikis  ikut menentukan  keberhasilan dan prestasi seorang atlet.

“Parameter psikotes tersebut berkaitan dengan ketangguhann mental yang harus muncul pada awal latihan, bukan pada menjelang pertandingan. Juga, aspek kecemasan yang biasanya banyak dihadapi para atlet. Apalagi dengan dengan kemungkinan sejumlah tantangan nonteknis yang dihadapi di Papua. Jenis psikotes yang terakhir adalah motivasi yang dapat bersifat intrinsik dan ekstrinsik,” jelas Prof. Ihsan.

Humas Sastgas PON XII Sulsel M. Dahlan Abubakar menjelaskan, kontingen Sulsel yang akan mengikuti PON XX/2021 Papua yang dilaksanakan di empat kota, Kota Jayapura, Sentani Merauke dan Timika dan dijadwalkan berlangsung Oktober 2021, berkisar 300 orang, terdiri dari 196 atlet, 53 pelatih, 7 asisten pelatih,dan 10 mekanik. PON XX. (*/464Ys)