PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi PeganganManna Coffee House, Jejak Riyan Mengembangkan Kopi Toraja dari Hulu hingga KedaiAndi Sudirman Masih Rahasiakan Calon Pj Sekda Sulsel, Tunggu Jufri Rahman Purnabakti312 ASN Pangkep Terima Satyalancana Karya Satya, Pengabdian hingga 30 TahunPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi PeganganManna Coffee House, Jejak Riyan Mengembangkan Kopi Toraja dari Hulu hingga KedaiAndi Sudirman Masih Rahasiakan Calon Pj Sekda Sulsel, Tunggu Jufri Rahman Purnabakti312 ASN Pangkep Terima Satyalancana Karya Satya, Pengabdian hingga 30 Tahun
Jeneponto

Sejumlah Oknum Staf Disdukcapil Jeneponto Dilaporkan Wartawan Soal Dugaan Pengeroyokan, Ini Tanggapan Kadis

1488
×

Sejumlah Oknum Staf Disdukcapil Jeneponto Dilaporkan Wartawan Soal Dugaan Pengeroyokan, Ini Tanggapan Kadis

Sebarkan artikel ini
Sejumlah Oknum Staf Disdukcapil Jeneponto Dilaporkan Wartawan Soal Dugaan Pengeroyokan, Ini Tanggapan Kadis
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Muh. Jafar Abbas saat ditemui sejumlah awak media di salah satu cafe di jalan Pahlawan, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (29/10/2022). (Mediasulsel.com/Kaharuddin Kasim)

JENEPONTO—Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto, H. Muh. Jafar Abbas membantah dirinya marah saat salah seorang oknum wartawan hendak melakukan konfirmasi soal adanya keluhan masyarakat.

Hal ini diutarakan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Muh. Jafar Abbas saat ditemui sejumlah awak media di salah satu cafe di jalan Pahlawan, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (29/10/2022).

“Saya tidak marah, seandainya saya marah, pasti saya usir dan saya tidak ladeni.” katanya.

“Jadi sebenarnya begini, kemarin menjelang shalat Jumat dia (yang mengaku dari media-red) ingin konfirmasi, tapi karena sudah mau masuk shalat Jumat sehingga saya bilang nanti dek yah saya mau pergi shalat Jumat dulu, nanti lain kali,” kata dia lagi.

Selanjutnya, Muhammad Jafar langsung masuk kamar mandi ambil air wudhu dan mengambil pakaian shalat di meja.

Namun saat itu, Muhammad Jafar Abbas hendak berangkat shalat Jumat, oknum wartawan itu (Agung Setiawan) masih berada di pintu menunggu.

“Saya kira dia sudah pulang, tapi masih ada didepan pintu dia tahan saya, dia bilang sebentar saja Pak, jadi saya bilang mau konfirmasi apa, katanya mau konfirmasi terkait pelayanan yang banyak dikeluhkan masyarakat, jadi saya bilang temani kesini itu masyarakat supaya saya pertemukan dengan petugas yang malayani hari itu,” jelasnya.

Namun kata Muhammad Jafar, oknum yang mengaku dirinya wartawan ini terus ngotot minta wawancara sementara waktu sholat jumat sudah masuk.

“Gara-gara saya layani wawancara akhirnya saya juga terlambat pergi sholat Jumat,” ucapnya.

Terkait adanya dugaan pengeroyakan terhadap oknum wartawan yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum ASN Capil Jeneponto, Kadis Capil tidak melihat kejadian tersebut.

“Saya berani katakan tidak ada pengeroyokan di kantor karena saya tidak lihat,” tambahnya.

Menurut Muhammad Jafar setelah wartawan itu diladeni wawancara, Muhammad Jafar bilang langsung meninggalkan kantor menuju Rujab Bupati Jeneponto untuk sholat Jumat.

“Kemarin itu saya tidak jadi jum’atan karena sudah terlambat, orang sudah pada pulang,” tandasnya. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com