PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TP PKK Makassar Ajak Kader dan Masyarakat Gabung Koperasi Keluarga Sejahtera • Ranperda Pengelolaan Parkir Makassar Lanjut ke Pansus, Soroti Jukir Nakal hingga Kebocoran • Melinda Aksa Buka Pameran UMKM dan Jambore HKG PKK Makassar, Luncurkan Koperasi PKK • Mengenang Achmad Ubbe, Pakar Hukum dan Pelestari Keris Bugis • Melinda Aksa Hadiri Rakergab Dekranas, TP PKK dan TP Posyandu se-Indonesia di Bali • Polresta Gowa dan Lapas Perempuan Bollangi Gelar Razia Gabungan, Cegah Peredaran Narkoba • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TP PKK Makassar Ajak Kader dan Masyarakat Gabung Koperasi Keluarga Sejahtera • Ranperda Pengelolaan Parkir Makassar Lanjut ke Pansus, Soroti Jukir Nakal hingga Kebocoran • Melinda Aksa Buka Pameran UMKM dan Jambore HKG PKK Makassar, Luncurkan Koperasi PKK • Mengenang Achmad Ubbe, Pakar Hukum dan Pelestari Keris Bugis • Melinda Aksa Hadiri Rakergab Dekranas, TP PKK dan TP Posyandu se-Indonesia di Bali • Polresta Gowa dan Lapas Perempuan Bollangi Gelar Razia Gabungan, Cegah Peredaran Narkoba •
Opini

Sekularisme Tak Ramah Anak

958
×

Sekularisme Tak Ramah Anak

Sebarkan artikel ini
Sekularisme Tak Ramah Anak
Reskidayanti (Aktivis Muslimah)

 

Konten Tak Ramah Anak

Pesatnya transformasi digital saat ini tanpa dibarengi literasi digital yang baik dan tanpa pengawasan dari orang tua akan membuat kerancuan dan kepribadian anak anak menjadi rusak. Dibalik Itu media digitalisasi diarahkan untuk meraup keuntungn yang lebih besar demi keuntungn ekonomi. Berbagai konten pun bebas berkeliaran mengabaikan tayangan ramah anak.

Banyaknya informasi diterima anak yang tak seharusnya mereka lihat dan serap kini membuat mereka lebih terbiasa dan bahkan ingin meniru perilaku yang tidak baik, sebab mereka sendiri belum paham akan hal yang mereka lakukan.

Apalagi kondisi sistem saat ini yang sekuler buah dari kapitalime membuat keterikatan kepada aturan agama makin longgar. Terlebih penanaman presepsi yang salah seperti taat pada agama dianggap sesuatu yang radikal, dan berbagai persepsi lainnya.

Alhasil mereka sulit menetapkan benar atau salah dan terpuji atau tercelah. Akibatnya anak terjerumus pada perilaku yang menyimpang.

 

Islam Way of Life

Islam telah memberikan kewajiban pengasuhan anak kepada ibu hingga tamyiz serta pendidikan mereka dalam tanggung orang tuanya. Tak hanya Itu, pembentukan lingkungan yang kondusif di tengah masyarakat menjadi hal penting bagi keberlangsungan kehidupan anak.

Dalam Negara Islam, umat mendapatkan jaminan keamanan dan kesejahteraan secara adil dan menyeluruh sebab berasaskan pada akidah islam itu sendir.

Upaya pencegahan kejahatan anak pun dilakukan dalam tiga pilar, yaitu pertama, ketakwaan individu dan keluarga, yang akan mendorongnya senantiasa terikat dengan aturan Islam secara keseluruhan. Demikian pula keluarga, dituntut untuk menerapkan aturan shahih di dalam keluarga.

Pilar kedua, kontrol masyarakat. Budaya beramar makruf nahi mungkar di tengah masyarakat serta tidak memberikan fasilitas sedikit pun terhadap semua bentuk kemungkaran sehingga tindakan kriminalitas anak dapat diminimalisir.

Pilar ketiga, yaitu negara. Negara wajib menyelenggarakan sistem pendidikan Islam dengan kurikulum yang mampu menghasilkan anak didik yang memiliki kepribadian Islam yang handal sehingga terhindar dari berbagai perilaku maksiat dengan pendidikan berkualitas yang terjangkau seluruh kalangan bahkan gratis.

Bukan hanya Itu Islam akan memanfaatkan kemajuan sains dan teknologi untuk memudahkan masyarakat menjadi saleh dan salihah. Media akan diarahkan agar masyarakat menjadi makin bertakwa, memunculkan masyarakat dengan kemajuan teknologi yang bisa berkontribusi positif yang lebih banyak lagi untuk kehidupan mereka.

Syariat Islam secara kafah, termasuk akan melarang keras paham kebebasan (liberalisme) sehingga dapat menutup rapat semua pintu terjadinya tindak pelecehan dan kekerasan seksual, baik berupa tontonan, tayangan/iklan yang mendorong bangkitnya syahwat teruntuk bagi anak anak. Wallahu ‘alam. (*)

Sekularisme Tak Ramah Anak
Reskidayanti

 

Penulis: Reskidayanti (Aktivis Muslimah)

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com