MAKASSAR—Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Setiawan Aswad mengaku sejak awal sudah mewanti-wanti pihak sekolah supaya mengantisipasi membludaknya orang tua calon siswa yang datang untuk melakukan verifikasi serta penarikan titik koordinat antara jarak rumah dan sekolah.
Ia sudah meminta agar pihak sekolah membatasi verifikasi tiap hari. Orang tua juga tidak perlu khawatir. Sebab akan tetap dilayani bahkan tahap verifikasi bisa diperpanjang.
“Apalagi untuk sekolah besar, sekolah favorit, saya sudah bilang atur itu layanan antrean. Jangan sampai terjadi lagi kayak di SMA 1 kemarin,” tegasnya.
Ia menyebutkan pihak sekolah sebenarnya sudah mengatur sistem verifikasi. Ada jumlah maksimal yang akan diverifikasi dalam sehari. Tergantung pendaftarnya.
Namun, orang tua tetap datang ke sekolah. Mereka khawatir anaknya tidak diterima sehingga membludak.
“Ada yang jadwalnya besok, tapi sudah datang hari ini. Kan sekolah sudah atur by sistem. Nah, yang diatur itu tergantung sekolah pilihan pertamanya. Nanti sekolah yang distribusikan berapa yang harus diverifikasi pertama, tapi sudah datang semua padahal ada empat hari itu verifikasi,” tuturnya.
Diketahui, PPDB jalur zonasi tingkat SMA di Sulawesi Selatan, sudah dimulai sejak Senin, 4 Juli 2022. Pendaftaran jalur zonasi dilakukan secara online melalui website resmi PPDB Sulsel 2022.
Pendaftaran PPDB Sulsel 2022 jalur zonasi dapat diakses melalui link ppdb.sulselprov.go.id/. Jalur ini mendapat kuota paling besar yakni 50 persen.
Sebelumnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi SMA 1 ricuh, sejumlah orang tua murid mendatangi sekolah sejak pagi sementara panitia PPDB enggan keluar ruangan untuk membagikan nomor antrean.
Sejumlah orang tua emosi mengepung ruang guru. Mereka mengetok-ngetok jendela dan pintu agar panitia keluar ruangan. (*)













