SIDRAP—Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, memaparkan berbagai capaian strategis selama satu tahun masa kepemimpinannya di hadapan sivitas akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, Jumat malam (17/4/2026).
Paparan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Evaluasi dan Strategi Pencapaian Kinerja FKM Unhas yang digelar di halaman Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae.
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin menegaskan komitmennya membangun daerah, bahkan dengan mengorbankan peluang politik di tingkat provinsi.
“Saya harus pulang, berkorban untuk memperbaiki dan memajukan Kabupaten Sidenreng Rappang,” ujarnya.
Ia mengklaim, dalam setahun terakhir, Sidrap mengalami pemulihan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan. Pemerintah Kabupaten Sidrap juga berhasil meraih 34 penghargaan, termasuk Adipura dan Kabupaten Sehat.
Menurutnya, capaian tersebut diraih dengan menggabungkan tiga kekuatan utama dalam pengambilan kebijakan, yakni umaro, ulama, dan agnia.
“Setiap kebijakan saya selalu melibatkan para ulama agar keputusan yang diambil bisa maksimal,” jelasnya.
Di sektor pertanian, Syaharuddin menyebut produksi beras Sidrap mencapai sekitar 400 ribu ton per tahun, jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang hanya sekitar 35 ribu ton. Surplus tersebut didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.
“Sebagian disimpan di Bulog sekitar 120 ribu ton, sisanya kita kirim ke Kalimantan, Papua, Bali, NTT, hingga seluruh Sulawesi,” paparnya.
Kontribusi besar juga datang dari sektor peternakan. Ia menyebut produksi telur di Sidrap mencapai sekitar 5 juta butir per hari dan menjadi salah satu pemasok utama di Makassar.
Di bidang kesehatan, Pemkab Sidrap telah merealisasikan Universal Health Coverage (UHC) dengan cakupan BPJS gratis 100 persen bagi masyarakat.
“Dulu hanya 14 persen, sekarang seluruh masyarakat sudah kita jamin. Ini karena kami ingin ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan ibadah masyarakat berjalan seimbang,” tegasnya.
Ke depan, Syaharuddin menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan menghadirkan para ahli dan akademisi ke Sidrap, serta mendorong lahirnya generasi profesor dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.
“Saya yakin Unhas sudah terbukti memberi dampak besar, termasuk bagi Sidrap,” katanya.
Sementara itu, Dekan FKM Unhas, Sukri Palutturi, mengapresiasi komitmen Syaharuddin dalam membangun daerah. Ia menilai bupati tidak hanya berperan sebagai politisi, tetapi juga akademisi yang tengah menempuh program doktor di Unhas.
“Beliau juga memberi ruang luas bagi para sarjana kesehatan masyarakat untuk berkontribusi,” ujarnya.
Ketua panitia, Dian Sidik Arsyad, melaporkan kegiatan ini diikuti 160 sivitas akademika FKM Unhas. Agenda tersebut bertujuan mengevaluasi capaian kinerja periode 2020–2025 sekaligus merumuskan strategi ke depan.
Kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan. (Ag4ys)













