JAKARTA – Saat harga telur di sejumlah daerah mulai tertekan akibat melemahnya permintaan pasar, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif membeberkan strategi yang selama ini diterapkan pemerintah daerah untuk mencegah gejolak harga semakin dalam. Pengalaman Sidrap itu disampaikan langsung di hadapan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam forum bersama para kepala daerah di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Di tengah kekhawatiran peternak terhadap anjloknya harga telur, Syaharuddin menegaskan bahwa komunikasi rutin antara peternak, pedagang, dan pemerintah menjadi senjata utama menjaga keseimbangan pasar. Pemkab Sidrap bahkan memfasilitasi pertemuan dua kali setiap pekan untuk membahas perkembangan harga dan kondisi pasokan.
Menurutnya, kesepakatan harga yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut diumumkan secara terbuka agar menjadi acuan bersama. Langkah ini dinilai mampu mengurangi spekulasi pasar sekaligus menciptakan kepastian bagi peternak maupun pedagang.
“Koordinasi yang terbangun antara peternak, pedagang, dan pemerintah daerah terbukti mampu menciptakan kepastian harga serta menjaga iklim usaha yang sehat,” kata Syaharuddin.
Ia mengungkapkan, pola koordinasi itu telah berjalan lebih dari setahun dan terbukti efektif menjaga stabilitas harga telur, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Namun, dalam beberapa pekan terakhir pasar menghadapi tantangan baru berupa penurunan permintaan yang berdampak langsung pada harga jual telur.
Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya aktivitas hajatan masyarakat selama musim ibadah haji. Kondisi tersebut membuat serapan pasar menurun sehingga memicu tekanan harga di tingkat peternak.
Menghadapi situasi itu, Pemkab Sidrap terus memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha peternakan agar pasar tetap terkendali. Di saat bersamaan, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan konsumsi melalui program “One Day One Egg”, gerakan yang mengajak masyarakat mengonsumsi satu butir telur setiap hari.
Program tersebut bukan hanya ditujukan untuk membantu menyerap produksi peternak lokal, tetapi juga mendukung upaya perbaikan gizi masyarakat. Syaharuddin menyebut berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah turut berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, hingga pengendalian stunting.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah pusat akan terus menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga telur sebagai salah satu sumber protein utama masyarakat Indonesia. (4dy/4dv)













