Setelah staf khusus Presiden Joko Widodo, Andi Taufan Garuda Putra membuat heboh lantaran mengirimkan surat kepada camat seluruh Indonesia dengan menggunakan kop surat Sekretariat Kabinet yang memohon dukungan relawan dari perusahaan yang dimilikinya yaitu PT Amarta, kini stafsus milenial lainnya dituding menimbulkan konflik kepentingan. Ia adalah Belva Devara, staf khusus presiden yang juga CEO Ruangguru, yang menjadi salah satu mitra resmi pemerintah dalam proses pelatihan peserta “Kartu Pra Kerja” melalui online.

Lewat akun instagram miliknya, Selasa (21/3) Belva Devara menuliskan surat terbuka yang berisi pengunduran dirinya sebagai stafsus milenial Presiden Joko Widodo

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Surat Terbuka Belva Devara, CEO Ruangguru ⁣ Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.⁣ ⁣ Semoga di masa pandemi ini kita diberikan kesehatan dan kekuatan dari Allah yang Maha Penyayang.⁣ ⁣ Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden. Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020. ⁣ ⁣ Seperti yang telah dijelaskan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan. Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.⁣ ⁣ Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin polemik mengenai asumsi/persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19. ⁣ ⁣ Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran diri saya.⁣ ⁣ Walau singkat, sungguh banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dari pekerjaan sebagai Stafsus Presiden. Saya merasakan betul bagaimana semangat Bapak Presiden Jokowi dalam membangun bangsa dengan efektif, efisien, dan transparan. Sehingga di manapun saya berada, di posisi apapun saya bekerja, saya berkomitmen mendukung Presiden dan Pemerintah untuk memajukan NKRI.⁣ ⁣ Dengan ini, saya juga ingin menjelaskan bahwa saya tidak dapat merespon pertanyaan-pertanyaan media dalam beberapa hari terakhir karena saya ingin fokus dalam menyelesaikan hal ini terlebih dahulu. Terima kasih untuk teman-teman yang telah menghormati dan menghargai keputusan saya tersebut.⁣ ⁣ Semoga kita semua bisa segera keluar dari masalah pandemi yang berat ini.⁣ ⁣ Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.⁣ ⁣ Belva Devara

Sebuah kiriman dibagikan oleh Adamas Belva Syah Devara (@belvadevara) pada

“Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020,” ungkapnya.

CEO Ruangguru ini menegaskan bahwa tidak ada konflik kepentingan sama sekali dengan terpilihnya perusahaan yang ia dirikan, karena sesuai dengan yang dijelaskan oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, bahwa proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan dengan aturan yang berlaku.

“Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin polemik mengenai asumsi/persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai staf khusus Presiden menjadi berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi Pandemi COVID-19,” jelasnya.

Ia pun, berterima kasih kepada Jokowi yang telah memahami dan menerima pengunduran dirinya. Meskipun sebentar, namun Belva merasakan begitu banyak pengalaman dan pelajaran yang ia dapatkan selama mengemban amanat ini.

“Saya merasakan betul bagaimana semangat Bapak Presiden dalam membangun bangsa dengan efektif, efisien dan transparan. Sehingga dimana pun saya berada, di posisi apapun saya bekerja, saya berkomitmen mendukung Presiden dari Pemerintah untuk memajukan NKRI,” ujarnya.

Mensekab Benarkan Pengunduran Diri Belva

Sekretariat Kabinet Pramono Anung membenarkan bahwa Belva telah mengundurkan diri dari jabatannya.

“Memang benar, Presiden sudah menerima surat pengunduran diri dari Staf Khusus Presiden, Sdr. Adamas Belva Syah Devara,” ungkap Pramono kepada wartawan.

Lanjutnya, Jokowi menerima dan cukup memahami alasan pengunduran diri Belva. Sejak awal, kata Pramono Jokowi ingin anak-anak muda seperti Belva bisa berkontribusi dalam membangun bangsa dengan memberikan gagasan inovatif di dalam pemerintahannya yang dipimpinnya.

Selain itu, Jokowi berharap staf khusus Presiden dari kalangan milenial ini bisa belajar terkait tata kelola pemerintahan.

Dalam hal ini Pramono juga menegaskan bahwa sama sekali tidak ada konflik kepentingan dengan dipilihnya Ruangguru sebagai mitra program “Kartu Prakerja”.

“Terkait dengan keikutsertaan Ruangguru dalam kartu Prakerja, seperti sudah dijelaskan oleh Menko Perekonomian bahwaproses verifikasi mitra Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam hal ini,” jelasnya.  [VOA]