Warga Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur,

BLITAR – Warga Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dalam upayanya potensi beredarnya Coronavirus Disease (Covid-19) di desanya, secara swadaya menyediakan rumah karantina lengkap dengan fasilitas dan makanan bagi 11 orang pemudik dari daerah zona merah sebaran virus corona.

Menurut Kepala Desa Karangsono, Tugas Nanggolo Yudho, inisiatif membuat rumah karantina tersebut muncul dilatarbelakangi keinginan warga untuk menghindari konflik sosial dan mencegah penyebaran virus corona, setelah warga mendengar kabar ada 11 orang dari Bekasi dan Jakarta akan pulang kampung.

Bahkan lanjut Tugas Nanggolo, di rumah karantina yang berlokasi di RT. 01/ RW.01, Dusun Sukorejo, Desa Karangsono tersebut, warganya juga menyediakan fasilitas televisi, tempat tidur serta peralatan olahraga. Agar para pemudik yang sedang menjalani karantina selama 14 hari merasa nyaman dan tidak stres.

“11 orang pemudik dari Jakarta dan Bekasi itu, kini menempati sebuah rumah yang disediakan oleh warga desa untuk mejalani masa isolasi mandiri dan semua biaya penyediaan rumah karantina ditanggung warga secara sukarela,” terang Kepala Desa yang akrab disapa Bagas kepada Media Sulsel, Sabtu (11/4).

Dengan penyediaan rumah isolasi tersebut, Bagas yakin para pemudik merasa tenang dan nyaman atas fasilitas yang diberikan warga. Mereka juga tidak khawatir lagi, karena selalu diperiksa kesehatannya oleh petugas puskesmas setiap 2 hari sekali.

Aksi tanggap Covid-19 dengan penyediakan rumah karantina secara swadaya oleh warga Desa Karangsono ini, tentu layak diberikan apresiasi dan bisa menjadi contoh baik bagi masyarakat luas untuk saling peduli di masa pandemi covid-19.

Berdasarkan pantauan Media Sulsel apresiasi juga diberikan Gubernur Jawa Timur, Kofifah Indar Parawansa atas penerapan protokol pencegahan Covid-19 dengan melakukan proses karantina warga pemudik yang dilakukan warga Desa Karangsono tersebut.

Bukan hanya itu, aksi tanggap Covid-19 juga dilakukan Pemerintah Desa Karangsono dengan membagikan 6000 masker kepada seluruh warganya mulai dari yang duduk kelas 1 SD hingga yang sudah manula.

Pembuatan masker yang dibiayai dengan pengalokasian Dana Desa tersebut, menurut Bagas dikerjakan oleh 29 penjahit yang ada di seluruh wilayah Desa Karangsono, dengan setiap penjahit mengerjakan antara 200 hingga 250 masker.

“Pembuatan masker ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19, sekaligus juga membantu membangkitkan dari sisi UMKM untuk para penjahit yang ada di Karangsono ditengah dampak Pandemi.”

“Sedangkan untuk bahan masker terbuat dari kain katun yang bisa dicuci, rangkap dua dan ada lobang atau sekat di samping sisinya yang bisa untuk mengganti memasukan tisu kering ditengahnya,” tegas kepala Desa bernama lengkap Tugas Nanggolo Yudho Dili Presetiono. (464Ys)