MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) terus menunjukkan kinerja impresif dalam pengendalian inflasi. Saat ini, inflasi di Sulsel berhasil ditekan hingga 1,53 persen, menjadi salah satu yang terendah di tingkat nasional.
“Inflasi di Provinsi Sulsel maupun kabupaten/kota menunjukkan hasil yang cukup baik. Pengendalian inflasi melandai ke angka 1,53 persen. Harapan kami, upaya ini terus terarah dan terukur melalui kerja kolaboratif dari semua pihak,” ujar Kepala Dinas Ketapang Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, usai menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Hotel Claro Makassar, Jumat (29/11/2024).
Andi Arsjad mengungkapkan rasa bangganya atas apresiasi yang diberikan Bank Indonesia kepada Dinas Ketapang. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program-program seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), subsidi harga, dan fasilitasi distribusi pangan yang selama ini dijalankan.
“Penghargaan ini adalah bukti kerja keras kami, terutama melalui GPM, subsidi harga, dan distribusi pangan. Ini langkah konkret yang terbukti efektif,” katanya.
Ke depan, pihaknya berencana memperkuat langkah-langkah inovatif untuk menekan inflasi lebih jauh, termasuk melalui program subsidi harga komoditas.
Hal ini sesuai dengan arahan Gubernur Sulsel yang menargetkan Sulsel masuk 10 besar provinsi dengan inflasi terendah secara nasional.
“Kami akan langsung intervensi harga komoditas yang mengalami kenaikan, seperti gula, beras, dan minyak. Apalagi menghadapi hari besar keagamaan, yang biasanya memicu lonjakan harga. Dengan langkah ini, kami berharap inflasi bisa terus terkendali,” jelasnya.
Melalui berbagai upaya ini, Sulsel diharapkan dapat mempertahankan tren positif dalam pengendalian inflasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/4dv)


















