Toraja Youth Camp 2018 Melahirkan Agen Tolenransi Nusantara

TANA TORAJA – Toraja Youth Camp 2018
merupakan kegiatan kepemudaan yang berfokus pada toleransi yang di helat oleh organisasi pemuda yaitu Kawan Bangsa, Selasa (1/5/2018). Kawan Bangsa sendiri memiliki visi yaitu berbagi, mengabdi dan beraksi. Kegiatan ini di ikuti sebanyak 29 delegasi perwakilan se-Indonesia.

Selain itu, Kawan Bangsa juga hadir untuk menjadi wadah untuk menebarkan sosial project dan sebagai bentuk dari kegiatan Toraja Youth Camp 2018 adalah melahirkan agen-agen toleransi.

Toraja Youth Camp 2018 ini dilaksanakan di Tana Toraja sebagai alasan karena memiliki tingkat keberagaman dan tolenrasi antar umat beragama yang tinggi. Selain itu, Tana Toraja merupakan destinasi wisata mancanegara yang terkenal dengan keunikan dan keragaman budayanya.

Toraja Youth Camp 2018 di helat 27 hingga 30 April 2018 yang belokasi di beberapa tempat di Tana Toraja. Yakni, Konferensi Nasional Penindakan Anti Bully di Kampus II UKI Toraja, Camping di Puncak Lolai Pong Torra (Negeri diatas awan) sekaligus Deklarasi Agen Toleransi Nusantara 2018, Eksplorasi Budaya Masyarakat di Sanggala, dan Field Trip di objek wisata Baby Grave dan Kete’ Kesu.

Moh. Syahril salah satunya mahasiswa Universitas Borneo asal Tarakan-Kalimantan Utara ini mengutarakan pengalaman pertama mengunjungi daerah Tana Toraja sekaligus berjumpa dengan kawan-kawan perwakilan se Indonesia.

Berita Lainnya

“Apalagi di pertemukan di Toraja Youth Camp 2018 dengan konsep kegiatan yang luar biasa dan sesuai dengan isu yang akhir-akhir ini marak terjadi yaitu toleransi. Saatnya sebagai pemuda Indonesia dan pemimpin masa depan bangsa harus turut andil dalam menyikapi masalah tersebut demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” terang Syahrir.

Lebih lanjut project leader Toraja Youth Camp 2018 Yoel Sura’ mengutarakan bahwa konsep kegiatan camp dan trip ini di maksudkan agar dalam diskusi mengenai isu-isu berat seperti toleransi ini dikemas lebih mudah dan santai.

Kegiatan ini turut memperkenalkan adat dan budaya Tana Toraja yang juga sebagai daerah yang memiliki toleransi yang sangat baik dan harmonis sehingga masyarakat bisa hidup aman dan damai.

“Saya mewakili rekan-rekan panitia memohon maaf kepada delagasi perwakilan se-Indonesia yang mengikuti Toraja Youth Camp 2018 ini, apabila banyak kesalahan dan kekurang dalam acara kami”

“Semoga tahun depan Toraja Youth Camp terlaksana dan menjadi wadah dalam berdiskusi seputar isu yang hangat dan menjawab tantangan dengan karya dan pengabdian agar Indonesia tetap aman, damai dan tentram ditangan pemuda Indonesia. Kalau bukan kita siapa lagi” harap Co-Founder Kawan Bangsa ini. (*/shar)

Citizen Report: Ramli Tamrin

Berita Terkait