BULUKUMBA – Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kompetensi siswa sekolah vokasi di bidang perikanan melalui pelatihan pengumpulan, pengolahan, interpretasi, hingga pemetaan data perikanan di SMKN 3 Bulukumba. Kegiatan ini menjadi upaya mendukung pembelajaran berbasis potensi lokal di salah satu daerah sentra perikanan Sulawesi Selatan.
Pelatihan yang digelar selama dua hari, Rabu–Kamis (29–30/7/2026), merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PPMU PK-M). Sebanyak 24 siswa dan lima guru pendamping mengikuti kegiatan yang dirancang untuk memperkuat muatan lokal kurikulum SMKN 3 Bulukumba, khususnya dalam analisis data perikanan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMKN 3 Bulukumba, Muhammad Asrul, S.Pd., M.Pd., dilanjutkan sambutan Wakil Kepala Sekolah Muhammad Yamin, S.Pd., serta pengantar dari Ketua Tim PPMU Unhas, Prof. Nadiarti Nurdin Kadir.
Dalam sambutannya, Muhammad Yamin mengapresiasi kepercayaan Unhas yang menjadikan SMKN 3 Bulukumba sebagai mitra pelaksanaan program. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi pengalaman baru bagi sekolah karena sebelumnya kunjungan perguruan tinggi umumnya hanya berupa sosialisasi dan promosi pendidikan.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya data jenis ikan, ukuran, fase hidup, hingga pemetaan daerah penangkapan. Materi tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan mengelola data lapangan sebagai bekal memasuki dunia kerja di sektor perikanan.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar mulai dari pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data hingga interpretasi hasilnya. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memahami jenis dan ukuran ikan yang diperdagangkan, fase hidup ikan, serta lokasi asal hasil tangkapan,” ujar Ketua Tim PPMU Unhas, Prof. Nadiarti Nurdin Kadir.
Pada hari kedua, siswa melakukan praktik lapangan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Tanaberu. Mereka mendokumentasikan hasil tangkapan serta melakukan wawancara dengan nelayan dan pelaku usaha perikanan untuk memperoleh data secara langsung.
Seluruh data yang diperoleh kemudian diolah di laboratorium komputer SMKN 3 Bulukumba dan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, serta peta distribusi hasil tangkapan. Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya belajar mengumpulkan data, tetapi juga menganalisis informasi yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan sumber daya perikanan.
Pihak sekolah menilai pelatihan ini menjadi bekal penting bagi siswa dalam memahami potensi perikanan daerahnya. Sebagai salah satu sentra produksi perikanan di Sulawesi Selatan, Bulukumba dinilai membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengolah dan menganalisis data perikanan sebagai dasar pengambilan keputusan di sektor kelautan dan perikanan. (Cr/Ag4ys)
Citisen Reporter: Aidah AA. Husain (Dosen Ilmu Kelautan Unhas)








