Vaksinasi Covid-19 di Sulsel, Gubernur: Solusi tekan sebaran virus berbahaya ini
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat melaunching pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sulsel, didampingi Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman di Rumah Sakit Dadi, Kamis. (14/1/2021)

MAKASSAR—Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan Vaksinasi covid-19 perlu dilakukan sebagai solusi untuk menekan penyebaran kasus virus berbahaya ini.

Hal Ini disampaikan Gubernur Sulsel saat melaunching pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sulsel, didampingi Wakil Gubernur, di Rumah Sakit Dadi, Kamis (14/1/2021)

Nurdin Abdullah mengaku vaksinasi perlu karena angka positif meningkat dan ini menjadi solusinya.

“Saya telah meminta Dinas Kesehatan memperbanyak tracing dan testing. Karena semakin banyak kita temukan, maka semakin menurunkan tingkat penularan,” sebutnya.

Ia menyebutkan Launching ini merupakan bentuk program percepatan vaksinasi di Sulsel, yang mendapat jatah 66.640 vaksin.

“Kita bersyukur alhamdulillah Bapak Presiden mendorong percepatan vaksinasi pada masyarakat Indonesia. Kali ini kita kebagian 66.640 vaksin, yang tentu kita mulai hari ini,” sebutnya.

Lanjutnya, dalam persiapan menuju vaksinasi, pemerintah banyak mengalami berbagai hambatan.Termasuk berita dan informasi yang membuat masyarakat bingung akan vaksin ini.

“Memang pemerintah mengalami hambatan yang cukup berat. Karena banyak berita-berita yang membuat masyarakat kita bingung,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari, mengatakan,Vaksinasi tenaga kesehatan dilaksanakan selama dua bulan, Januari-Februari 2021.

“Vaksinasi Nakes akan dilaksanakan selama dua bulan. Pada tahap pertama, dilaksanakan di Makassar, Maros dan Gowa. Selanjutnya, 21 kabupaten/kota lainnya pada bulan Februari 2021,” ungkapnya.

Menurutnya, Vaksinasi tahap awal ini akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang berjumlah 59.127 orang untuk 24 kabupaten/kota.

“Vaksinasi akan dilakukan di 470 puskesmas dan klinik, serta 30 rumah sakit umum daerah, baik pemerintah daerah dan TNI-Polri,” jelasnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian vaksin. Termasuk apakah penerima pernah terkonfirmasi positif atau penyintas, wanita hamil, mengalami penyakit saluran pernapasan selama tujuh hari terakhir. Ataupun ada keluarga serumah yang kontak erat atau positif ataupun dalam perawatan Covid-19, ada penyakit kelainan darah, jantung, ginjal dan pencernaan.

Selanjutnya, dengan adanya kriteria tersebut, maka sangat diharapkan, orang yang akan diberikan vaksin ini, untuk memberikan informasi yang jujur dan terbuka terkait keadaan medisnya.

“Sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri terkait pejabat publik penerima vaksin perdana, kami laporkan ada 15 pejabat publik di Sulsel yang telah mendaftar,” pungkasnya. (*)