MAKASSAR—Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, (Wagub Sulsel) Fatmawati Rusdi, menggarisbawahi peran krusial perempuan dalam kegiatan sosial. Saat menerima kunjungan pengurus Ikatan Wanita Tionghoa Indonesia (IWATI) di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (19/3/2025), ia menegaskan bahwa organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial.
Fatmawati menyampaikan bahwa keberadaan komunitas dan organisasi perempuan seperti IWATI menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan. Menurutnya, IWATI dapat menjadi motor penggerak dalam membangun sumber daya manusia dan memperkuat keberagaman di Sulawesi Selatan.
“Kehadiran IWATI tentu menjadi bagian penting dalam merawat keberagaman dan pembangunan sumber daya manusia, khususnya perempuan. Saya berharap kontribusi sosial dari IWATI bisa menjangkau lebih luas lagi,” ujar Fatmawati.
Ia juga berharap IWATI dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi, memfasilitasi, dan menyosialisasikan program-program yang berorientasi pada kesejahteraan perempuan. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, IWATI diharapkan mampu mendorong lebih banyak perempuan untuk mandiri dan berdaya secara ekonomi maupun sosial.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Pembina IWATI, Lucia Wijaya; Ketua Umum IWATI, Wanni Horax; Sekretaris Umum, Widia Asisah; Ketua Harian, Sherly Lijaya; serta Ketua Bidang Informasi, Komunikasi, dan Kehumasan, Dr. Fitrizki Utami. Sementara Fatmawati didampingi sejumlah pejabat Pemprov Sulsel, termasuk Staf Ahli Bidang Keuangan Since Erna Lamba, Kepala DP3A-Dalduk KB Andi Mirna, Kepala Badan Kesbangpol Ansyar, serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Muhammad Hasim.
Pembina IWATI, Lucia Wijaya, mengapresiasi dukungan pemerintah dan berharap dapat berkolaborasi lebih erat dengan Wagub Sulsel. Ia juga mengundang Fatmawati untuk hadir dalam pengukuhan sekaligus rapat kerja pengurus IWATI yang akan digelar pada 28 April di Four Points Hotel Makassar.
“Kami berharap Ibu Wagub bisa hadir. Kami juga siap bersinergi dalam berbagai program sosial,” kata Lucia.
Ia menambahkan bahwa IWATI terus berupaya mendukung pengembangan UMKM yang dikelola perempuan. “Kami ingin mendorong pelatihan bagi perempuan, bukan hanya dari komunitas Tionghoa, tapi secara lebih luas,” ujarnya.
Fatmawati menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen dalam pemberdayaan perempuan, terutama di sektor ekonomi dan sosial. (*/4dv)













