Beranda » Makassar » Wakil Bupati Luwu Timur Mediasi Pertemuan PT Vale dengan Masyarakat
Makassar

Wakil Bupati Luwu Timur Mediasi Pertemuan PT Vale dengan Masyarakat

MAKASSAR – Perusahaan tambang Nikel PT Vale Indonesia Tbk. Sorowako menggelar pertemuan bersama warga masyarakat kabupaten Luwu Timur. Pertemuan tersebut difasilitasi Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bahri Syam untuk membahas tentang program CSR (Corporate Social Responsibility) di Hotel Arya Duta Makassar, Jumat (16/3/2018).

Wabup Irwan Bahri menyampaikan keprihatinannya atas dana program sosial perusahaan atau CSR yang belum maksimal. Karena apa yang didapatkan masyarakat selama ini belum berjalan dengan baik.

Pertemuan ini, menurutnya, sudah beberapa waktu lalu telah rencanakan untuk mengumpulkan semua pihak-pihak komponen yang terkait yaitu, pemerintah, masyarakat dan PT Vale Indonesia.

“Kehadiran kami disini, karena sebelum menjadi blueprint provinsi dan kementrian ESDM. Kami coba menggagas konsep dulu, sebab PPN ini nantinya menjadi acuan kepada kami khususnya dibidang pemberdayaan di 39 desa dari 4 kecamatan di kabupaten luwu timur ini,” jelas Wabup.

Untuk program pengembangan Wakil Bupati berharap masyarakat bisa menjadi sejahtera dan mandiri. Artinya, selama kurung waktu 17 tahun CSR PT. Vale ini tidak berdampak bagus pada masyarakat dari tahun ke tahun dan tidak memperlihatkan hasil yang maksimal.

“Mudah-mudahan teman yang hadir dari 3 pilar ini, bisa meramu semua konsep yang mana konsep itu. Nantinya bisa membawa masyarakat luwu timur jauh lebih baik dan sejahtera,” ujar Irwan Bahri.

Tak hanya itu, Wakil Bupati Irwan Bahri juga meminta kepada setiap desa untuk membuat program baru di 39 desa dari 4 kecamatan yang sesuai potensi masing-masing desa tersebut.

“Karena apa yang selama ini dilakukan PT Vale dan disepakati oleh masyarakat dan pemerintah, dulunya anggaran mengikuti program. Nah sekarang ini kami akan coba rubah, program sekarang yang ikuti anggaran, karna kami mau lihat potensi masing masing desa itu,” terangnya.

Dia menambahkan bahwa kenapa program yang ikuti anggaran sebab bisa saja nanti desa A dan desa B, berbeda-beda program dan potensinya. Sehingga tidak mutlak anggarannya harus sama.

Olehnya itu, Wakil Bupati berharap agar PT. Vale juga dapat menerima dengan rencana-rencana dari pemerintah dan masyarakat. “PT Vale juga harus membuka diri, karena menjadi tulang punggung harapan kami. Sebab keberadaannya betul-betul dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat disekitar yang terdampak oleh keberadaan perusahaan tersebut,” bebernya.

Wabup Irwan Bahri menegaskan, apabila pertemuan selama 3 hari ini sudah ada kesepakatan maka pihaknya akan membuatkan desain program potensi di 39 Desa dari 4 Kecamatan. “Nantinya Anggaran Dana Desa (ADD) dan APBD akan disenergikan bersama program tersebut,” tutupnya. (bas/shar)