MAKASSAR—Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Dr Muhammad Jufri, MSi, MPsi, Psikolog mewakili Gubernur Sulawesi Selatan bertindak sebagai Inspektur Upacara pada acara wisuda Perwira Remaja Pelayaran Niaga SMK Pelayaran Katangka Makassar di Hotel Gammara Jl Tanjung Bunga Makassar, Sabtu (20/2/2021).
Hadir mendampingi Kadisdik Sulsel, Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dra Hj Andi Ernawati, MPd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Fitri Ari Utami, SH. MH, Kasi SMK, Asrul, S.Sos, MM. Hadir pula Kepala LPMP, Dr Abdul Halim, MPd, Kadis Pendidikan Kota Makassar diwakili Kabid Dikdas, Hidayat, SPd.MPd, sejumlah pimpinan perguruan tinggi pelayaran, orang wisudawan dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya Prof Jufri mengatakan, bangsa kita adalah bangsa bahari, sebagaimana lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut, yang telah menyadarkan kita betapa potensi laut bangsa dan negara kita luar biasa.
“Wilayah kita, merupakan laut dan menjadi jalur pelayaran internasional karena posisi bangsa kita sangat strategis yang terletak diantara dua buah benua dan dua samudra besar. Tak heran, pemerintah memberi prioritas kepada pembangunan kemaritiman, karena potensi sangat besar tinggal menunggu tangan-tangan terampil untuk mengolahnya.” Ungkap Prof. Jufri.
Prof Jufri Juga mengatakan, bahwa kehadiran pendidikan vokasi pada bidang keahlian kemaritiman diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala sumber daya manusia di sektor kemaritiman, termasuk SMK Pelayaran Katangka Makassar.
“Kepada adik-adik alumni SMK Pelayaran Katangka, saya berharap, selain memiliki kompetensi dan keahlian dalam bidang pelayaran dan kemaritiman, juga harus memiliki dasar-dasar pendidikan karakter, yaitu menjaga amanah, jujur, dan profesional serta ahli di bidangnya,” tutur Prof Jufri.
Kepada seluruh alumni SMK Pelayaran Katangka Makassar, Prof Jufri menghimbau untuk dapat berperan, serta menjadi bagian dalam memajukan perkembangan industri pelayaran nasional, tidak hanya berfokus kepada perusahaan luar negeri yang memang selama ini dianggap lebih menjanjikan dalam hal pendapatan, tapi juga dapat membangkitkan gairah pelayaran nasional sebagai devisa negara. (*)













