JAKARTA — Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) H. Ahmad Riza Patria mendorong Wahdah Islamiyah menjadi pelopor pendirian pesantren tahfizh Al-Qur’an bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa di wilayah pedesaan hingga pesisir.
Hal itu disampaikan Riza saat memberikan Ceramah Kebangsaan bertajuk “Dari Desa Menuju Indonesia Berkah” pada Soft Opening Muktamar V Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026).
Riza menegaskan, pembangunan desa tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan dan irigasi. Menurutnya, pembangunan manusia harus menjadi bagian utama dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat desa.
“Membangun desa tidak cukup hanya dengan membangun jalan, jembatan, atau irigasi. Yang jauh lebih penting adalah membangun manusianya,” ujar Riza.
Ia menilai pendidikan berbasis Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.
Karena itu, Riza mendorong keberadaan pesantren tahfizh di berbagai daerah, khususnya yang memberikan akses pendidikan kepada anak yatim, piatu dan dhuafa. Pendidikan tersebut, kata dia, idealnya tidak hanya berorientasi pada hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membekali santri dengan berbagai keterampilan hidup.
“Saya meyakini jika di setiap provinsi, kabupaten, hingga kota ada pesantren tahfizh, maka daerah tersebut akan maju dan berkembang,” katanya.
Menurut Riza, pemerintah dapat memberikan dukungan berupa penyediaan lahan. Sementara pembangunan dan pengelolaan pesantren dapat diperkuat melalui partisipasi masyarakat serta dunia usaha.

Selain sektor pendidikan, Riza menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat desa. Salah satunya melalui optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyerap produk pertanian, perkebunan dan perikanan yang dihasilkan masyarakat desa.
Pemerintah, lanjutnya, juga mendorong penguatan lembaga ekonomi desa melalui koperasi, klinik serta sarana penyimpanan hasil pertanian. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Riza menilai penguatan pendidikan, ekonomi kerakyatan dan optimalisasi potensi lokal merupakan bagian dari upaya membangun desa yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI.
Ia berharap sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan seperti Wahdah Islamiyah dapat mempercepat pembangunan desa sekaligus mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.(Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Muhammad Akbar (Humas Muktamar V WI)










