Warga Lengkese Sinjai Harap Jalan Dusun Berlumpur dan Licin Diperbaiki

Warga Lengkese Sinjai Harap Jalan Dusun Berlumpur dan Licin Diperbaiki
Warga yang bermukim di Dusun Lengkese Desa Polewali Kecamatan Siniai Selatan Sinjai, sudah puluhan tahun mengeluhkan kondisi jalan dusun yang berlumpur dan licin di musim hujan dan sangat mengganggu akses masuk di dusun itu.

SINJAI—Warga yang bermukim di Dusun Lengkese Desa Polewali Kecamatan Siniai Selatan Sinjai, sudah puluhan tahun mengeluhkan kondisi jalan dusun yang berlumpur dan licin di musim hujan dan sangat mengganggu akses masuk di dusun itu.

Kondisi demikian kembali terulang di bulan suci Ramadhan 1443 H, karena hujan keras pada Kamis sore 14 April 2022, sehingga pada malam hari saat warga akan berangkat salat tarwih di masjid dusun itu, terpaksa melewati kondisi jalan yang licin becek dan berlumpur.

Jalan dusun itu tersebut penghubung antara tiga dusun di Desa Polewali, yaitu Dusun Jenna ke Dusun Lengkese serta Dusun Mattirolau. Akibat kondisi jalan tidak kunjung ada peningkatan, warga dusun sangat mengharap ada perbaikan dari pemerintah.

Warga yang telah puluhan tahun tinggal di dusun itu sangat berharap agar akses jalan tersebut diperhatikan oleh pemerintah setempat karena jalan ini belum pernah tersentuh aspal dan perbaikan lainnya selama ini.

Salah seorang warga di dusun itu, Ettang yang ditemui Kamis malam, dia berharap agar pemerintah daerah secepatnya memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan ini karena kalau hujan jadi licin.

“Apalagi pada bulan puasa Ramadhan tentu warga melewati jalan ini untuk ke masjid sementara jika hujan warga sedikit kesusahan karena akses jalan yang kurang memadai,” ungkapnya.

Berita Lainnya

Menurut Ettang, di bulan Ramadhan jalan tersebut susah dilewati karena kondisinya pada dasarnya dari tanah merah ditambah rerumputan hijau sehingga ketika terjadi hujan tanah menjadi licin, kubangan air dimana-mana jalan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.

Lihat Juga:  Gubernur Sulsel Sampaikan Duka Cita Meninggalnya Mantan Bupati Sinjai Rudiyanto Asapa

“Mau bagaimana lagi, kami harus tetap melewati jalan seperti ini untuk ke mesjid, mau naik motor juga tidak memungkinkan sementara rumah dengan mesjid jaraknya lumayan jauh,” tegas Ettang.

Namun, dengan kondisi tersebut warga dusun tidak menurunkan semangat dan antusiasme warga melakukan ibadah di bulan suci Ramadhan. Seperti yang terlihat pada Kamis malam, warga tetap berbondong bondong ke masjid dengan berjalan kaki untuk melaksanakan kegiatan salat tarawih bersama. (*)

Berita terkait