Advertisement - Scroll ke atas
  • Bapenda Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Stunting
Pangkep

Warga Pangkep ‘Kecewa’ Pelayanan Buruk Nakes Puskesmas Pangkajene, Pasien Memilih Pulang Tak Jadi Periksa

725
×

Warga Pangkep ‘Kecewa’ Pelayanan Buruk Nakes Puskesmas Pangkajene, Pasien Memilih Pulang Tak Jadi Periksa

Sebarkan artikel ini
Warga Pangkep 'Kecewa' Pelayanan Buruk Nakes Puskesmas Pangkajene, Pasien Memilih Pulang Tak Jadi Periksa
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pangkep, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep membuat beberapa pasien kecewa dengan buruknya pelayanan yang diberikan, Rabu (16/8/2023).  (Mediasulsel.com/Udin Syahruddin)
  • Pilkada Sulsel (KPU Sulsel)
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

PANGKEP—Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pangkep, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep membuat beberapa pasien kecewa dengan buruknya pelayanan yang diberikan, Rabu (16/8/2023).

Mulai dari penggunaan mesin pengambilan nomor antrean yang mengharuskan pengisian nomor kartu BPJS atau Nomor NIK pasien yang ingin melakukan pemeriksaan, tidak memiliki petugas yang pengarah kan tata cara penggunaan mesin tersebut, sedangkan para calon pasien tidak semuanya mengerti teknologi, terlebih Lansia.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Salah satu  warga Pangkep  berinisial MI mengungkapkan, pelayanan kesehatan di Puskesmas Pangkajene yang terletak di Kelurahan Jagong telah membuat luka hati masyarakat Pangkajene.

“Saya datang membawa bayi saya yang berusia 10 bulan ke puskesmas untuk di pemeriksaan, karena bayi saya sakit dan rewel. Waktu saya daftar seperti biasa di loket penyetoran kartu, tapi petugas bilang ambilki dulu nomor antrean, pas masuk bingung yang mana bgai mana penggunaan mesin ini karena baru pertama kali dan ada orang yang awalnya di depan saya sampe berapa menit berdiri dia tidak tau gunakan mesin antrian itu, untungnya ada pasien lain yang ajar jadi bisa mi dapat antrian”.

“Setelah ku setor itu nomor dan identitas anakku, beberapa jam menunggu dan ku maklumi ji karena banyak pasien. Tapi yang tidak jelas kenapa antrian yang di belakang saya semua berkasnya sudah di lakukan pemeriksaan di meja tensi, saat itu anak saya rewel mi menangis terus, jadi saya tanyakan lagi di depan bagian kartu, kenapa berkas anak saya belum masuk?. Sedangkan yang lain dibelakang saya sudah ada dari tadi, dan lebih kecewanya saya karena di depan ada pembedaan antrian bayi dan Lansia dengan antrian umum,” ujar Ibu dari anak bayi 10 bulan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep Mansyur menjelaskan, “Iye memang ada kelompok- kelompok prioritas untuk mendapatkan pelayanan diutamakan  karena adanya kerawanan di usia – usia tersebut (bayi dan Lansia)”.

“Dan dari sisi pelayanan untuk para tenaga medis yang bertugas, ketika meninggalkan tempat dengan alasan urgen, apakah tidak bisa di tunda atau sangat mendesak itu bisa saja, tapi kalau meninggalkan tempat dengan masih adanya pasian yang menunggu antrian dengan alasan tidak jelas itu kami tidak benarkan,” jelasnya.

“Dan terkait nomor antrean, itu tetap mengikuti nomor antrian pemeriksaan, tidak berdasar pada mana berkas yang lebih dulu di dapatkan , selain yang di berikan pelayanan prioritas seperti bayi dan Lansia,” tutupnya, Rabu (16/8/2023). (*)

  • DPPKB Kota Makassar
error: Content is protected !!