PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa •
Opini

Bersuka Cita Ditengah Duka Gempa Cianjur, Pantaskah?

1350
×

Bersuka Cita Ditengah Duka Gempa Cianjur, Pantaskah?

Sebarkan artikel ini
Bersuka Cita Ditengah Duka Gempa Cianjur, Pantaskah?
Nurmaningsih (Pegiat Literasi)

OPINI—Tidak sepantasnya bersuka cita ditengah penderitaan rakyat yang sedang dilanda musibah gempa, apalagi jika orang itu adalah penguasa. Banyak berita beredar di berbagai media sosial, bahwa telah diadakannya pertemuan besar dengan para relawan di Gelora Bung Karno (GBK). Namun yang paling disoroti adalah adanya sampah yang berserakan dimana-mana pasca pertemuan besar itu.

Sebagaimana telah dilansir oleh CNN Indonesia (Minggu, 27/11/22). Bahwa telah diadakannya Acara Nusantara Bersatu yang digelar Relawan Jokowi, yang menyisakan sampah berserakan yang mengotori Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (26/11).

Padahal pemilihan presiden 2024 itu, masih ada waktu 2 tahun lagi. Akan tetapi meski demikian, upaya politik para paslon rupanya sibuk mencap diri bahwa sudah banyak yang dilakukan. Salah satunya ketika di acara yang di gelar Jokowi di GBK itu.

Petahana memaparkan sejumlah pencapaiannya selama memerintah, terutama di bidang infrastruktur. Bahkan Jokowi juga menjabarkan sejumlah catatan yang dianggap penting untuk dicermati oleh para relawan, terkait sosok dan kriteria calon presiden 2024.

Padahal ada yang lebih urgent dari sekedar pemaparan-pemaparan itu. Kita semua tahu bahwa, belom lama ini negeri kita diguncang bencana gempa di Cianjur. Masih banyak sekali korban yang sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan.

Seperti yang telah di sampaikan Penanggulangan Bencana (BNPB), terhitung hingga Ahad (27-11-2022), 321 orang dinyatakan meninggal dunia, 11 orang dinyatakan masih hilang. Sementara itu, 73.874 orang mengungsi, sedangkan korban luka berat mencapai 108 orang. (Kompas, 27-11-2022).

Dan BNPB juga mencatat, sebanyak 526 infastruktur rusak, yakni 363 bangunan sekolah, 144 tempat ibadah, 16 gedung perkantoran, dan tiga fasilitas kesehatan. Sedangkan jumlah rumah warga yang rusak sebanyak 56.320 unit.

Sampai  hari ini, situasi di Cianjur belum kondusif, masih dalam keadaan berduka. Pertemuan besar penguasa dengan para relawan ini seharusnya tidak terjadi, apalagi di suasana politik menjelang pemilu 2024, akan mengeluarkan biaya yang besar. Juga pertemuan itu pasti rawang ditunggangi kepentingan pribadi dalam jabatan atau kekuasaan. Bukan mengutamakan kepentingan rakyatnya sendiri.

Inilah realitas politik dalam kapitalisme, menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan. Demi memperoleh dukungan rakyat. Pertemuan besarpun digelar, tanpa peduli dengan situasi yang sedang berduka. Paham kapitalisme sudah membuat penguasa lalai akan tanggung jawab pada rakyatnya.

Malahan hanya melihat peluang mana yang lebih besar untuk menaikkan eskalasi kepemimpinannya. Yaitu dengan berbagai cara yang bisa dilakukan. Mulai dari pencitraan, mengunjungi korban bencana demi formalitas, atau mengumpulkan massa dengan klaim sebagai relawan.

Dan itu lebih penting menurut penguasa dibanding harus sibuk mengurusi korban gempa secara mutlak.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com