MEDIASULSEL.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV memprakirakan kondisi cuaca dan iklim di tahun 2017 berada dalam kondisi netral atau normal dibanding 2016. Namun potensi ancaman kondisi cuaca lokal dan meningkatnya hotspot yang patut diwaspadai.
Kepala BMKG Fachri Radjab mengatakan, tren cuaca pada tahun 2017 ada kemungkinan normal. Tetapi faktor perubahan iklim dan keberagaman tingkat kerentanan masing-masing wilayah berbeda satu sama lain.
“Curah hujan untuk 2017 relatif normal di bandingkan 2016 yang memiliki cuaca yang basah, tetapi kondisi cuaca di pengaruhi oleh struktur wilayah seperti daerah Toraja dan Luwu curah hujan yang lumayan tinggi di bandingkan daerah lain di Sulsel,” pungkasnya, Senin (23/1/2017).
Fachri menambahkan melihat kondisi hujan normal di 2017, maka potensi hotspot akan sedikit meningkat dibanding 2016 lalu. Di Indonesia ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan cuaca salah satunya struktur wilayah. Ini penting untuk masyarakat agar tetap waspada dengan perubahan cuaca yang tidak menentu tersebut.
Sementara untuk laut dari pantauan BMKG ada potensi gelombang besar yang akan terjadi di perairan laut Flores dekat kepulauan Selayar dengan ketinggian dua sampai dua setengah meter dalam 3 sampai dengan 7 hari kedepan. “Dari analisis kami ada potensi gelombang besar yang akan terjadi 3 sampai 7 hari kedepan dengan ketinggian 2 sampai 2,5 meter,” jelasnya.
Pada tahun 2015 dan 2016, iklim cuaca tergolong ekstrem. Memasuki 2017 cuaca relatif netral atau normal tetapi kami menghimbau kepada masyarakat khususnya nelayan agar selalu memantau tinggi gelombang dan perubahan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG dan melihat kondisi yang ada. (aks)













