PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • Budaya Toraja, Bugis dan Makassar Tampil di Panggung Nasional BKMT • SMPN 2 Sungguminasa Borong Prestasi, English Club dan Pramuka Raih Juara di Berbagai Lomba • AZKO Tawarkan Shower hingga Kloset Hemat Penggunaan Air dan Ramah Lingkungan • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • Budaya Toraja, Bugis dan Makassar Tampil di Panggung Nasional BKMT • SMPN 2 Sungguminasa Borong Prestasi, English Club dan Pramuka Raih Juara di Berbagai Lomba • AZKO Tawarkan Shower hingga Kloset Hemat Penggunaan Air dan Ramah Lingkungan •
Pangkep

Menkop UKM, Teten Masduki Kunjungi Pembangunan RPB Garam di Maccini Baji

1053
×

Menkop UKM, Teten Masduki Kunjungi Pembangunan RPB Garam di Maccini Baji

Sebarkan artikel ini
Menkop UKM, Teten Masduki Kunjungi Pembangunan RPB Garam di Maccini Baji
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengunjungi Pembangunan Rumah Produksi Bersama (RPB) garam di Maccini Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada Kamis (19/10/2023).

PANGKEP—Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengunjungi Pembangunan Rumah Produksi Bersama (RPB) garam di Maccini Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada Kamis (19/10/2023).

Saat tiba di Pangkep Teten Masduki dan rombnongan disambut langsung Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau dan Ketua TP PKK Pangkep Nurlita Wulan yang selanjutnya mendampingi dalam meninjau pembangunan RPB yang merupakan bagian dari program industrialisasi, hirilisasi produk unggulan nasional itu.

Menurut Teten, Pembangunan RPB garam di Pangkep bertujuan untuk peningkatan kualitas garam sehingga petani lebih sejahtera karena garam telah diolah menjadi 80 persen industri dan 20 persen konsumsi.

Pembangunan RPB dikatakann Teten menggunakan anggaran pemerintah pusat, yang dihibahkan ke pemerintah daerah. Secara nasional, dibangun delapan rumah produksi bersama sesuai potensi daerah.

Lebih lanjut Menteri Teten menjelaskan, bahwa garam Indonesia mayoritas impor, sedangkan kebutuhan garam konsumsi setahun hanya 600 ribu ton, dengan hasil garam industri yang diimpor mencapai 2,3 juta ton.

“Artinya, kalau sudah nanti produksi garam petani sudah bisa dipastikan kuantitas, kualitas dan kontinuitasnya, sebenarnya nanti akan memengaruhi kebijakan impor garam. Jika suplai dalam negeri sudah cukup baik, garam impor bisa dikurangi sehingga garam impor tidak memukul harga garam petani. Itu harus kita perbaiki, sistem produksi garam rakyat supaya kita bisa mengatur harga,” jelasnya.

meski demikian menurut Teten dalam strategi mikronya jika misalnya petani bisa mengelola garam lewat koperasi, koperasi yang mengolahnya, koperasi yang memasarkan tanpa melalui jaringan perdangan yang panjang keuntungannya bisa lebih dinikmati petani. Ini tatakelola bisnis yang dianjurkan Kementerian Koperasi dan UKM.

Sementara itu Bupati MYL juga menyampaikan bahwa hal ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas produksi petani garam supaya keuntungan garam bisa dinikmati oleh masyarakat. Nantinya, RPB garam akan dikelola oleh koperasi. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com