JENEPONTO—Penjabat (Pj) Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri menjadi Inspektur Upacara (Irup) Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Lapangan Kantor Bupati Jeneponto, Kamis (2/5/2024).
Selaku Penjabat Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri terus memikirkan kemajuan dunia pendidikan, terlebih 20 persen lebih anggarannya dari APBD.
“Saya selaku penjabat Bupati terus memikirkan kira-kira apa strategi, apa upaya-upaya yang harus saya dorong yang harus kita lakukan bersama untuk minimal bisa mendorong akselerasi pembangunan pendidikan di Kabupaten Jeneponto ini,” ungkapnya.
“Silahkan, pengawas, kepala sekolah, Korwil termasuk, tentunya teman-teman di Dinas Pendidikan dan seluruh yang terkait dengan urusan pendidikan, kita pikirkan apa kira-kira inovasi yang harus kita dorong. Sebab, di Jeneponto 20 persen lebih dialokasikan untuk membangun pendidikan,” bebernya.
Dalam kesempatan ini pula, Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri mempertanyakan terkait alokasi 20 persen lebih APBD untuk bidang pendidikan, apa saja yang telah dilakukan selama ini?.
“Pertanyaannya apami yang sudah kita lakukan Karaeng, apami yang sudah kita lakukan untuk bagaimana meningkatkan partisipasi pendidikan di Kabupaten Jeneponto,” tanya Junaedi.
Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri menegaskan, para tokoh pendidikan di Jeneponto termasuk guru dan kepala sekolah agar memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Jeneponto.
“Terkait semakin bertambahnya dan berkurangnya umur kita, makanya berikan yang terbaik, berkaryaki, berbaktiki,” tegasnya.

“Saya biasa katakan untuk bapak/ibu, tabe’ tuni pakalabbirikku tokoh pendidik, guru, kepala sekolah, saya pernah menghadap langsung ke Kadis Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, saya menyampaikan Pak Kadis mauka jadi guru juga,” katanya.
.
“Pak Kadis menyampaikan ke saya, membangun pendidikan tidak mesti jadi guru, cukup bapak di Bappeda, kebijakan apa yang bapak rumuskan, yang bisa diformulasikan untuk bagaimana keperpihakan terhadap pendidikan semakin maksimal,” terangnya.
Sementara mewakil Kepala Dinas, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Dr. Ferawati Azis mengatakan, peringatan Hari Pendidikan Nasional melalui upacara adalah salah satu momentum sebagai peringatan kepada Ki Hadjar Dewantara.
“Ki Hadjar Dewantara sebagai bapak pendidikan dan pelopor pendidikan yang telah memperjuangkan pendidikan. Dengan mendirikan taman siswa bagi penduduk pribumi agar mendapatkan pendidikan yang setara,” jelasnya.
“Jadi, sebagai bentuk menghargai perjuangan bapak pendidikan yaitu tentu kita dorong pendidikan melalui pendidikan bergerak secara bersama-sama,” kata Ferawati Azis.
Ia juga mengharapkan, agar di Jeneponto tetap dimaksimalkan kurikulum merdeka belajar.
“kita maksimalkan kurikulum merdeka belajar secara meluruh khususnya di Kabupaten Jeneponto agar menghadirkan pendidikan yang berkualitas menuju Indonesia maju,” tutupnya.
Kegiatan ini turut dihadiri pula oleh Sekda Jeneponto, Muh. Arifin Nur, Forkompinda, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Uskar Baso, sejumlah Kepala OPD, Camat, dan Lurah.
Selain itu, hadir Korwil Dikbud Kecamatan, para kepala sekolah, guru-guru, dan siswa-siswi sendiri sebagai peserta upacara. (*/4dv)














