MAKASSAR—Hujan deras yang terus mengguyur Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir. Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bergerak cepat menangani dampak banjir, termasuk memastikan distribusi logistik dan pelayanan medis untuk para korban.
Menurut data BPBD per 22 Desember, sebanyak 1.551 warga terdampak banjir di tiga kecamatan, dengan 27 titik pengungsian yang telah didirikan. Kecamatan Manggala menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan 760 jiwa mengungsi di 12 titik. Kecamatan Biringkanaya mencatat 711 jiwa di 12 titik pengungsian, sementara Kecamatan Panakukang mencatat 80 jiwa di tiga titik.
Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto bersama tim Damkarmat turun langsung ke lokasi banjir di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, untuk meninjau kondisi warga. Dengan menggunakan perahu karet, ia menyusuri kawasan Blok 8 dan Blok 10, berdialog dengan warga yang masih memilih bertahan di rumah mereka, sekaligus memastikan kebutuhan logistik dan kesehatan para pengungsi terpenuhi.
“Banjir kali ini cukup parah dan tinggi. Ini sudah kedua kalinya terjadi di awal musim penghujan, sehingga kita harus bersiap jika kondisi ini berulang,” ujar Danny di sela tinjauannya.
Danny menginstruksikan penanganan cepat terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia. “Kondisi masyarakat rata-rata sehat, meskipun ada keluhan gatal-gatal dan sedikit demam. Sistem kesehatan kita masih ter-cover dengan baik,” katanya.
Namun, ia mengungkapkan tantangan tersendiri dalam menangani warga yang enggan meninggalkan rumah mereka meskipun banjir semakin tinggi.
“Banyak yang tidak mau mengungsi ke titik pengungsian. Prosedur kita memprioritaskan bantuan di lokasi pengungsian, tetapi saya sudah instruksikan dokter untuk memeriksa warga di rumah-rumah mereka. Risikonya besar jika mereka tetap bertahan,” jelasnya.
Dalam menghadapi situasi ini, Danny mengimbau seluruh masyarakat untuk bergotong royong dan saling membantu. Ia juga meminta OPD tetap siaga dan siap menghadapi skenario terburuk akibat cuaca ekstrem.
“Kita harus bersatu, tidak saling menyalahkan. Fokus utama adalah keselamatan keluarga, terutama anak-anak dan lansia. Mari bersama-sama kita tangani banjir ini dengan sebaik-baiknya,” tutupnya. (*/4dv)













