SURABAYA—Kota Surabaya mulai meluncurkan program makan bergizi gratis sejak Senin, 13 Januari 2025 lalu, yang diikuti oleh lima sekolah dengan sekitar 3.000 siswa sebagai percontohan. Program ini disambut positif oleh siswa dan orang tua, namun menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengelola kantin sekolah.
Di SMA Negeri 10 Surabaya, sejumlah penjual makanan khawatir akan penurunan pendapatan. Anik, salah satu pedagang di kantin, mengungkapkan bahwa biasanya siswa membeli makan siang di kantin, namun kini mereka memilih makanan bergizi gratis yang disediakan pemerintah. Meskipun demikian, penjualan makanan ringan dan minuman tetap berjalan.
Sebagaimana dikutip dari VoA, para pedagang berharap agar kantin sekolah bisa dilibatkan dalam penyediaan makanan bergizi, dengan pengawasan dari pemerintah. Beberapa siswa, seperti Abdil dan Elizabeth, mengapresiasi program ini, namun berharap menu yang disediakan bervariasi agar tidak terbuang sia-sia.
Kepala SMP Negeri 13 Surabaya, Budi Setyawan, mengakui pengaruh terhadap pendapatan kantin dan menyarankan untuk menunggu regulasi lebih lanjut. Anggota DPRD Surabaya, Michael Leksodimulyo, mendukung keterlibatan kantin sekolah dan UMKM dalam penyediaan makanan bergizi, dengan pengawasan dari pemerintah.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, berjanji akan mendiskusikan kemungkinan melibatkan UMKM Surabaya dalam penyediaan makanan bergizi. Ia berharap, program ini bisa mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat dan mengurangi pengangguran. (Ag4ys/VoA)







