MEDIASULSEL.com,- TNI sangat menghargai rakyat. tapi bila ada oknum yang mengancam prajurit TNI, akan saya bela prajurit saya, karena membela prajurit yang melaksanakan tugas sama dengan membela negara, tegas Pangdam Wirabuana Mayjen TNI Agus SB terkait dengan penertiban asrama Bara-Baraya di Makodam, Selasa (21/3), yang disebarkan melalui rilis Kapendam Wirabuana melalui Media Sosial.
Sehari sebelumnya Pangdam Wirabuana menerima Tim Komnas HAM RI yang dipimpin Prof. Hafid Abas, mengadakan pertemuan (audiens) dengan Pangdam VII/Wrb. Mayjen TNI Agus SB di Markas Kodam Wirabuana, guna mendapatkan data, fakta dan informasi tetang status tanah okupasi asrama Bara Baraya serta proses penertiban dan permasalahan yang terjadi. Senin, 20/3/17.
Pada kesempatan itu, Tim Komnas Ham RI mendapat penjelasan dari Pangdam serta paparan oleh Aslog Kolonel Czi.
Rachmat Setiawibawa, Dandim 1408/BS Letkol Kav. Otto Sollu, Kepala Hukum Kodam Letkol Chk. Maryono serta Kazidam Kolonel Czi. Galih Suhendro, mengenai kondisi tanah sesuai fakta dilapangan, status tanah dan proses sewa menyewa sesuai perspektif hukum, termasuk permasalahan yang timbul saat ini.
Setelah mendengar dan melihat penjelasan secara lengkap dan terinci, akhirnya Tim Komnas HAM RI memahami, Tim Komnas HAM RI juga mengetahui bahwa proses penertiban yang dilakukan Kodam Wirabuana sesuai mekanisme hukum yang berlaku, dengan cara humanis dan berupaya menghindari benturan-benturan fisik di lapangan.
Para penghuni seluruhnya disewakan rumah kos untuk tinggal sementara dan diberikan dana kerohiman. Namun, kebanyakan diantara mereka dengan sadar dan sukarela langsung pindah ke rumah pribadinya. Adapun permasalahan yang timbul saat ini merupakan ulah provokator dari segelintir warga maupun non warga setempat yang bertujuan mendapatkan keuntungan tertentu.(*/464ys)













