PANGKEP—Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) resmi menjadi salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR), program pendidikan berasrama yang digagas pemerintah pusat untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Program ini direalisasikan melalui Kementerian Sosial dan didukung Kementerian Ketenagakerjaan.
“Alhamdulillah, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden @prabowo atas pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pangkep. Ke depan, pembangunan akan difokuskan di Desa Bara-Baru,” kata Bupati MYL, Selasa (29/7/25).
Tahap awal operasional Sekolah Rakyat di Pangkep sementara ditempatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) sesuai arahan Presiden. MYL mengatakan, pihaknya turun langsung ke lokasi untuk memastikan pembangunan berjalan lancar sejak awal.
Program Sekolah Rakyat sendiri resmi diluncurkan secara nasional pada 14 Juli 2025. Sebanyak 100 gedung SR disiapkan di berbagai daerah, mayoritas menggunakan bangunan eksisting milik Kemensos dan Kemnaker yang direnovasi.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai pendidikan gratis berasrama dari jenjang SD hingga SMA, khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin. Konsep ini menjadi wujud nyata visi Presiden dalam menyediakan pendidikan berkualitas yang inklusif, sekaligus menjadi solusi konkret dalam memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. (Ag4ys/4dv)













