MAROS—Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATEPA) Universitas Hasanuddin kembali hadir lewat program AGROFARM. Kali ini, mereka menggelar pelatihan budidaya ikan lele dan nila di Kantor Desa Nisombalia, Kecamatan Maros, Minggu (24/8/2025). Sebanyak 38 peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan budidaya perikanan air tawar yang efisien dan bernilai ekonomi. Tujuannya, agar warga tidak hanya bergantung pada sektor pertanian konvensional, tetapi juga bisa mendiversifikasi sumber penghasilan.
Materi pertama tentang budidaya ikan lele disampaikan oleh Andi Muhammad Abilqushai A., S.Pi., mahasiswa S2 Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas. Ia menjelaskan mulai dari persiapan kolam, pemilihan bibit, manajemen pakan hingga penanganan penyakit. “Budidaya lele itu relatif mudah, modalnya kecil, tapi pasarnya selalu ada. Dengan manajemen tepat, lele bisa jadi sumber penghasilan utama,” ujarnya.
Materi kedua dibawakan oleh Amiruddin, S.Pi., mahasiswa S2 dari program studi yang sama, yang memaparkan teknik budidaya ikan nila. Ia menekankan keunggulan nila yang tahan terhadap berbagai kondisi air, pertumbuhannya cepat, dan kandungan proteinnya tinggi. “Ikan nila sangat tangguh dan cocok untuk dibudidayakan di desa ini. Dengan teknik sederhana, hasilnya bisa sangat menjanjikan,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi dan pertanyaan yang muncul sepanjang sesi. Wandi, salah seorang peserta, mengaku pelatihan ini memberi wawasan baru. “Kami jadi tahu budidaya ikan itu tidak sesulit yang dibayangkan. Potensinya besar untuk menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya.
Kegiatan ini menegaskan komitmen PPK ORMAWA HIMATEPA UH dalam memberdayakan masyarakat desa melalui edukasi praktis. Dengan bekal pengetahuan baru, warga Nisombalia diharapkan mampu mengoptimalkan potensi perikanan lokal, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi. (Mp/Ag4ys)

Citizen Reporter: Ariq Imtyaz Gailea (Mahasiswa Teknik Pertanian Unhas)













