MAKASSAR—Kabupaten Pangkep kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam rapat koordinasi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gubernur Sulawesi Selatan, Wakil Gubernur, Forkopimda Sulsel, serta seluruh bupati dan wali kota se-Sulsel, Pangkep dipuji karena berhasil menduduki peringkat pertama realisasi belanja APBD tahun anggaran 2025.
Data resmi Ditjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) mencatat, realisasi belanja APBD Pangkep mencapai 57,49 persen. Angka ini bukan hanya tertinggi di Sulawesi Selatan, tetapi juga jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 46,42 persen.
Mendagri Tito Karnavian, bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, memberikan apresiasi khusus atas capaian Pangkep yang dinilai mampu menjaga konsistensi dan disiplin dalam pengelolaan anggaran daerah.
Menurut Tito, keberhasilan Pangkep dan sejumlah daerah lain menjadi bukti bahwa percepatan belanja pemerintah bisa mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Pangkep telah menunjukkan bahwa tata kelola anggaran yang baik mampu memberikan dampak nyata bagi daerah. Belanja yang cepat dan tepat sasaran akan mempercepat roda ekonomi,” puji Mendagri di Aula Asta Cita, rumah jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (10/9/2025).
Apresiasi ini juga ditegaskan Gubernur Sulsel. Ia menyebut Pangkep sebagai teladan bagi daerah lain dalam menjaga ritme pengelolaan APBD.
“Realisasi belanja daerah adalah indikator penting kinerja pemerintah. Apa yang dilakukan Pangkep menjadi bukti bahwa belanja yang tepat waktu bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Andi Sudirman.
Rapat koordinasi yang dihadiri seluruh 24 bupati dan wali kota se-Sulsel ini sekaligus menjadi ajang evaluasi pengelolaan APBD 2025. Dalam forum tersebut, Pangkep tampil sebagai bintang utama, mengukuhkan diri sebagai kabupaten dengan kinerja anggaran terbaik di Sulawesi Selatan. (Ag4ys/4dv)













