PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Mengurai Dilematik Masalah Agraria Indonesia • Diskominfotik Jeneponto Perkuat Keterbukaan Informasi Publik dan Layanan Pengaduan Masyarakat • Cegah Karhutla di Musim Kemarau, BBKSDA Sulsel dan MMP Patroli Hutan di Sidrap • Hyundai Serahkan 11 Bus Listrik untuk Transportasi Publik Bali • 2.700 Penerima Bansos di Bone Terindikasi Judol, Baru 500 Ajukan Sanggahan • Petani Rumput Tolak Sekolah Rakyat di Benteng Somba Opu, Khawatir Kehilangan Mata Pencaharian • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Mengurai Dilematik Masalah Agraria Indonesia • Diskominfotik Jeneponto Perkuat Keterbukaan Informasi Publik dan Layanan Pengaduan Masyarakat • Cegah Karhutla di Musim Kemarau, BBKSDA Sulsel dan MMP Patroli Hutan di Sidrap • Hyundai Serahkan 11 Bus Listrik untuk Transportasi Publik Bali • 2.700 Penerima Bansos di Bone Terindikasi Judol, Baru 500 Ajukan Sanggahan • Petani Rumput Tolak Sekolah Rakyat di Benteng Somba Opu, Khawatir Kehilangan Mata Pencaharian •
Makassar

Deklarasi PMM, Sekda Makassar Harap Diaspora Mamasa Ikut Bangun Kota

1312
×

Deklarasi PMM, Sekda Makassar Harap Diaspora Mamasa Ikut Bangun Kota

Sebarkan artikel ini
Deklarasi PMM, Sekda Makassar Harap Diaspora Mamasa Ikut Bangun Kota
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly Zulkifly menerima rombongan PMM di Balai Kota Makassar, Selasa (16/9/2025).

MAKASSAR—Warga perantau (diaspora) asal Mamasa yang menetap di Kota Makassar bersepakat membentuk wadah persatuan bernama Perhimpunan Masyarakat Mamasa (PMM).

Deklarasi rencananya akan digelar di Gedung Balai Manunggal TNI, pada Sabtu 20 September 2025, dan bakal menghadirkan Bupati Mamasa, tokoh masyarakat, serta diaspora Mamasa dari berbagai daerah termasuk Jakarta dan Bali.

Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly menyambut positif kehadiran organisasi ini. Ia menilai, PMM bisa menjadi ruang komunikasi resmi bagi warga Mamasa untuk berkontribusi dalam pembangunan kota.

Deklarasi PMM, Sekda Makassar Harap Diaspora Mamasa Ikut Bangun Kota
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly Zulkifly menerima rombongan PMM di Balai Kota Makassar, Selasa (16/9/2025).

“Kita apresiasi adanya PMM ini. Warga Mamasa sekarang punya wadah untuk menyampaikan segala hal melalui organisasi resmi,” ujar Zulkifly usai menerima rombongan PMM di Balai Kota Makassar, Selasa (16/9/2025).

Pada pertemuan tersebut, Ketua Umum PMM, Dr Djonny Ferianto Sambokaraeng Pualillin, SpB, SubOnk(K), juga mengundang Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin untuk hadir di acara deklarasi. “Harapan kita, PMM bisa bersinergi mendukung program-program pemerintah kota,” ucapnya.

Djonny menjelaskan, selama ini komunitas Mamasa di Makassar masih terbagi dalam kelompok kecil berbasis kampung, sekitar 30-an perkumpulan. Karena itu, organisasi ini diinisiasi sebagai wadah besar yang mampu menyatukan perantau Mamasa di Makassar.

Jumlah warga Mamasa di Makassar sendiri diperkirakan mencapai 20 ribu orang, belum termasuk mahasiswa. Angka tersebut, kata Djonny, menjadi alasan pentingnya organisasi agar sesama perantau bisa saling mengenal, saling membantu, dan berjejaring lebih luas.

Selain deklarasi, kegiatan awal PMM akan diisi dengan dialog bersama Bupati Mamasa untuk membahas peran diaspora dalam mendukung pembangunan daerah.

“Tujuannya bagaimana kita bisa bersama-sama meningkatkan pembangunan masyarakat di Mamasa lewat jejaring perantau, baik di Makassar maupun di kota lain,” jelas Djonny yang juga dokter spesialis kanker.

Ke depan, PMM tidak hanya bergerak di tingkat lokal, tapi juga ditargetkan berkembang secara nasional. Dengan jaringan diaspora yang tersebar di berbagai kota besar, wadah ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi bagi daerah asal maupun tempat tinggal para perantau. (70n/Ag4ys/4dv)

 

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com