PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Appi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurKios Pangan Diperkuat, DKP Makassar Bidik Stabilitas Harga dan Akses Sembako WargaFH Unhas Bidik Kerja Sama dengan UNODC, Bahas Kejahatan Transnasional hingga KorupsiPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Appi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurKios Pangan Diperkuat, DKP Makassar Bidik Stabilitas Harga dan Akses Sembako WargaFH Unhas Bidik Kerja Sama dengan UNODC, Bahas Kejahatan Transnasional hingga Korupsi
Sidrap

Panen di Dua Lokasi Sehari, Bupati Sidrap Targetkan Produksi Padi Walatedong Tembus 10 Ton per Hektare

79
×

Panen di Dua Lokasi Sehari, Bupati Sidrap Targetkan Produksi Padi Walatedong Tembus 10 Ton per Hektare

Sebarkan artikel ini
Panen di Dua Lokasi Sehari, Bupati Sidrap Targetkan Produksi Padi Walatedong Tembus 10 Ton per Hektare
Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memimpin panen padi di dua lokasi berbeda dalam sehari, Rabu (11/3/2026), sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi pertanian daerah.

SIDRAP—Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memimpin panen padi di dua lokasi berbeda dalam sehari, Rabu (11/3/2026), sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi pertanian daerah.

Panen pertama dilakukan di lokasi Brigade Pangan Makkoring, Desa Lasiwala, Kecamatan Pitu Riawa. Setelah itu, Syaharuddin melanjutkan kegiatan panen musim tanam I di Lingkungan II Walatedong, Kelurahan Sidenreng, Kecamatan Watang Sidenreng.

Panen di Walatedong tersebut menjadi panen perdana yang digelar dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan Nasional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Camat Watang Sidenreng Andi Saipullah Tenri Tatta, Kabid Tanaman Pangan Arif Gunawan Sukardin, serta Kabid Penyuluhan Muhammad Zainal bersama jajaran.

Selain itu hadir pula para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Watang Sidenreng, Kepala Puskesmas Empagae, kepala sekolah, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian Kecamatan Watang Sidenreng dan Maritengngae, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin menyampaikan bahwa sejumlah program yang dijanjikan pada awal masa kepemimpinannya mulai direalisasikan, seperti layanan BPJS, pembangunan puskesmas pembantu (pustu), hingga perbaikan distribusi pupuk bagi petani.

Namun demikian, menurutnya fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya para petani.

Ia mencontohkan perbandingan harga gabah dan hasil produksi petani dalam beberapa waktu terakhir. Pada 2024, harga gabah berada di kisaran Rp4.800 per kilogram dengan hasil panen sekitar 5 ton per hektare atau sekitar Rp23 juta per hektare.

“Setelah kita bekerja, sekarang perbandingan 7,3 ton dikali harga Rp7.300 sama dengan sekitar Rp53 juta. Naiknya sekitar Rp20 juta per hektare,” ujarnya.

Syaharuddin menargetkan produksi padi di wilayah Walatedong dapat terus meningkat hingga mencapai 10 ton per hektare.

“Saya ingin mantapkan Walatedong, harus naik 10 ton per hektare. Ini target saya, dan saya yakin kita bisa mencapainya. Dengan kerja keras dan kesungguhan, kita dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidrap,” katanya.

Selain peningkatan produksi pertanian, ia juga berencana memberikan bantuan ternak itik kepada warga sebagai tambahan sumber penghasilan.

“Kalau itik insya Allah saya kasih 50 sampai 100 ekor per rumah,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Syaharuddin juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, memanfaatkan fasilitas penerangan jalan yang telah tersedia, serta terus menjaga kekompakan dan persatuan masyarakat. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com