SIDRAP—Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mendorong perubahan wajah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar tidak lagi identik dengan aparat yang hanya ditakuti, tetapi juga hadir sebagai penegak aturan yang dekat dengan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Syaharuddin saat memimpin Apel Gabungan di Lapangan Kompleks SKPD, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Kamis (23/4/2026), yang dirangkaikan dengan pelepasan Kontingen Satpol PP Sidrap menuju peringatan HUT ke-76 Satpol PP tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Luwu Utara.
Pelepasan kontingen ditandai dengan penyerahan bendera oleh bupati kepada Plt Kasatpol PP dan Damkar Sidrap, Andi Gustianti. Dalam arahannya, Syaharuddin meminta personel Satpol PP membawa nama baik daerah sekaligus menorehkan prestasi di tingkat provinsi.
Ia menilai Satpol PP Sidrap memiliki peluang besar menunjukkan kualitas, sebagaimana capaian Damkar Sidrap yang pernah meraih prestasi nasional pada 2024 lalu. Namun, menurutnya, pencapaian tidak cukup hanya diukur lewat kompetisi, melainkan juga dari cara aparat hadir di tengah masyarakat.
Syaharuddin menekankan Satpol PP harus menjadi aparat yang disegani tanpa kehilangan sisi humanis. Penegakan aturan, kata dia, tetap penting, tetapi pendekatan kepada warga harus dilakukan secara persuasif agar kehadiran Satpol PP diterima publik.
“Bukan ditakuti, tapi disegani dan disenangi. Kalau ada pelanggaran ditindak, tapi di tengah masyarakat keberadaan Satpol PP tetap dibutuhkan,” tegasnya.
Dalam apel tersebut, Syaharuddin juga menyinggung hasil inspeksi mendadak yang dilakukannya hingga dini hari usai hujan deras mengguyur Kecamatan Maritengngae. Ia menemukan sejumlah titik banjir dipicu saluran drainase tersumbat akibat bangunan dan lapak yang berdiri di atas got, termasuk di kawasan Jalan Lanto Daeng Pasewang.
Ia kemudian menginstruksikan Satpol PP bekerja sama dengan lurah dan camat untuk melakukan pendekatan kepada pelaku UMKM agar menjaga kebersihan serta tidak menutup saluran air. Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan pelanggaran kecil berujung pada persoalan besar seperti banjir.
Di akhir sambutannya, Syaharuddin menyebut berbagai capaian pembangunan membuat Sidrap mulai dilirik daerah lain sebagai tujuan studi banding. Ia menilai posisi tersebut menjadi indikator bahwa Sidrap tidak lagi sekadar belajar dari daerah lain, tetapi mulai menjadi rujukan. (Ag4ys)













