TORAJA UTARA—Implementasi Posyandu Era Baru di Kabupaten Toraja Utara masih menghadapi hambatan serius di tingkat masyarakat. Rendahnya pemahaman warga terhadap perubahan fungsi posyandu menjadi layanan terpadu lintas sektor membuat program nasional ini belum berjalan optimal.
Kondisi tersebut terungkap dalam kegiatan sosialisasi dan pendampingan yang digelar di Pos KB Posyandu Matahari, Kelurahan Rantepao, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda Pokja IV TP PKK Toraja Utara dan merupakan titik kelima dari total 28 lokasi yang telah dijadwalkan.
Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, dr. Remen Taula’bi, menegaskan bahwa perubahan paradigma posyandu harus dipahami secara utuh oleh masyarakat. Tanpa pemahaman yang sama, perluasan layanan yang diusung Posyandu Era Baru berpotensi tidak dimanfaatkan secara maksimal.
“Posyandu tidak lagi hanya soal imunisasi atau penimbangan bayi. Masyarakat kini bisa menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur, yang akan ditindaklanjuti oleh OPD terkait,” ujarnya.
Posyandu Era Baru sendiri merupakan kebijakan nasional yang mengintegrasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi sektor kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum, serta ketenteraman dan ketertiban umum. Namun di lapangan, mayoritas warga masih memandang posyandu sebatas layanan kesehatan dasar.
Untuk menjembatani kesenjangan pemahaman tersebut, kegiatan sosialisasi melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Perumahan, hingga Satpol PP, bersama unsur kecamatan dan kelurahan.
Selain layanan kepada masyarakat, kegiatan juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan Pokja IV TP PKK dan kader posyandu. Forum ini difokuskan pada penyamaan persepsi serta penguatan mekanisme pelaksanaan enam SPM di tingkat lapangan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya kehadiran dalam layanan posyandu, serta partisipasi aktif kader dalam diskusi koordinasi. Hal ini menjadi sinyal positif di tengah tantangan pemahaman yang masih perlu diperkuat.
Pemerintah daerah berharap, melalui sosialisasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, Posyandu Era Baru dapat benar-benar berfungsi sebagai garda terdepan pelayanan terpadu yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara menyeluruh. (4nny)








