JENEPONTO – Pemerintah Kabupaten Jeneponto membuktikan kapasitas inovasi birokrasinya di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Tiga pejabat pimpinan tinggi pratama berhasil memborong penghargaan bergengsi pada Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel.
Pengumuman hasil PKN Tingkat II yang digelar di Kampus BPSDM Sulsel, Jumat (31/7/2026), menempatkan Kabupaten Jeneponto sebagai salah satu daerah dengan capaian paling menonjol melalui proyek-proyek perubahan yang dinilai inovatif dan berdampak terhadap peningkatan tata kelola pemerintahan.
Prestasi tertinggi diraih Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Jeneponto, St. Meriam, yang dinobatkan sebagai Peserta Terbaik PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026. Ia juga meraih penghargaan The Best Content Creator, sehingga membawa pulang dua penghargaan sekaligus.
Penghargaan tersebut diraih berkat implementasi proyek perubahan GESIT DATA PRESISI (Gerakan Sistemik Integrasi Validasi Data Keluarga Risiko Stunting untuk Kebijakan Presisi). Inovasi ini mengintegrasikan sekaligus memvalidasi data keluarga berisiko stunting agar menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran dalam percepatan penurunan stunting di Jeneponto.
Prestasi serupa ditorehkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jeneponto, Ahmad Saparuddin. Melalui proyek perubahan TANGKAS, ia meraih penghargaan The Best Magazine Design dan masuk dalam kategori peserta dengan predikat Sangat Memuaskan.
Proyek TANGKAS dinilai mampu mendorong transformasi layanan kepegawaian yang lebih efektif, terintegrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan aparatur sipil negara.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Jeneponto, Abdul Mushawwir, menyabet penghargaan The Best Stand Pameran melalui proyek perubahan SI-PAKATAU, inovasi yang berfokus pada penguatan perlindungan dan peningkatan kemandirian tenaga kerja maritim.
PKN Tingkat II merupakan program pengembangan kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi pratama yang menitikberatkan pada kemampuan menghadirkan inovasi serta implementasi proyek perubahan yang memberikan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Capaian tiga pejabat tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan aparatur Pemkab Jeneponto tidak berhenti sebagai syarat mengikuti pendidikan kepemimpinan, tetapi telah menjadi bagian dari upaya mempercepat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Jeneponto sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang terus mendorong lahirnya inovasi birokrasi yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(5353)













