MAKASSAR — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kompleks Prima Griya Panakkukang RT 02/RW 01, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, berlangsung meriah. Sebanyak 19 jenis perlombaan digelar dan ditutup dengan penyerahan hadiah serta malam ramah tamah, Senin (17/8/2026).
Rangkaian kegiatan yang melibatkan warga lintas usia itu terbagi dalam lima kategori peserta, mulai batita-TK, SD kelas 1-3, SD kelas 4-6, SMP hingga SMA.
Beragam permainan khas 17 Agustus digelar, di antaranya futsal, estafet air, mengisi air ke ember, hingga mengisi air ke botol. Antusiasme warga tidak hanya terlihat dari peserta, tetapi juga orang tua dan warga yang hadir memberikan dukungan.
Kompetisi berlangsung semarak, namun tetap diwarnai sportivitas dan kebersamaan.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Sorak dan tepuk tangan warga mengiringi peserta yang dipanggil menerima penghargaan.
Ketua Panitia, Pritta Dewi Windyaningrum, SE, mengaku pelaksanaan kegiatan tersebut melampaui ekspektasi panitia.
“Sejujurnya, kami tidak berekspektasi acara ini bisa semeriah ini. Semuanya di luar dugaan kami. Antusiasme warga luar biasa dan dukungan para donatur yang masuk juga sangat besar,” ujar Pritta.
Ia menyampaikan apresiasi kepada warga, pengurus lingkungan, panitia, dan para donatur yang ikut mendukung seluruh rangkaian kegiatan.
Pritta berharap kekompakan yang terbangun selama perayaan kemerdekaan dapat terus dipertahankan dan kembali diwujudkan dalam kegiatan tahun berikutnya.
Sementara itu, Ketua RT, Andi Muhammad Adhar, SKM, menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak berhenti pada perlombaan dan pembagian hadiah.
Menurutnya, nilai utama yang terlihat dari kegiatan tersebut adalah gotong royong. Warga dengan latar belakang berbeda dapat berkumpul, bekerja sama, dan menyukseskan kegiatan secara bersama-sama.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan semata-mata tentang lomba dan hadiahnya. Ada sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu semangat gotong royong kita sebagai sesama warga,” kata Andi Muhammad Adhar.
Ia juga mengajak warga memaknai kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari dengan membangun lingkungan yang bebas dari perselisihan.
“Ketika ada perbedaan atau persoalan, mari kita duduk bersama dan menyelesaikannya melalui musyawarah serta semangat kekeluargaan,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan Ketua RW, Muhammad Aris, SP. Ia mengingatkan warga agar kemeriahan HUT RI tetap dibarengi dengan penghargaan terhadap jasa para pahlawan.
Muhammad Aris juga mengapresiasi panitia, Ketua RT, dan seluruh warga yang dinilai berhasil membangun koordinasi sehingga seluruh kegiatan berjalan lancar.
“Harapan kami, kekompakan dan silaturahmi seperti ini terus dipertahankan,” ungkapnya.
Usai penyerahan hadiah, suasana semakin cair dengan karaoke dan hiburan bersama. Anak-anak, orang tua, panitia, serta pengurus lingkungan berbaur menikmati malam penutupan.
Bagi warga Prima Griya Panakkukang, 19 perlombaan hanya menjadi bagian dari perayaan. Pesan yang lebih besar justru terlihat dari bagaimana warga membangun gotong royong, sportivitas, musyawarah, kepedulian, dan silaturahmi.
Perlombaan boleh berakhir. Hadiah telah dibagikan. Namun, semangat kebersamaan diharapkan tidak ikut berakhir bersama malam penutupan. (51l/Ag4ys)













