PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Gunung Kawi Makin Ganas, Api Sudah Capai Pos 2 Sirah KencongKPK Bongkar Peran 4 Tersangka Suap HGB yang Diduga Orang Kepercayaan NusronPrabowo Dijadwalkan ke Sulsel, Andi Sudirman Satukan Kekuatan TNI-Polri hingga Kepala DaerahBBM Langka, Listrik Padam: Penderitaan Warga Makassar Paket KomplitFH Unhas Bawa Problem Tambang Nikel Indonesia ke Forum PBB di BangkokSwasembada Pangan di Bawah Sistem Kapitalisme: Harga Naik, Rakyat Kian TerhimpitPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Gunung Kawi Makin Ganas, Api Sudah Capai Pos 2 Sirah KencongKPK Bongkar Peran 4 Tersangka Suap HGB yang Diduga Orang Kepercayaan NusronPrabowo Dijadwalkan ke Sulsel, Andi Sudirman Satukan Kekuatan TNI-Polri hingga Kepala DaerahBBM Langka, Listrik Padam: Penderitaan Warga Makassar Paket KomplitFH Unhas Bawa Problem Tambang Nikel Indonesia ke Forum PBB di BangkokSwasembada Pangan di Bawah Sistem Kapitalisme: Harga Naik, Rakyat Kian Terhimpit
Nasional

KPK Bongkar Peran 4 Tersangka Suap HGB yang Diduga Orang Kepercayaan Nusron

15
×

KPK Bongkar Peran 4 Tersangka Suap HGB yang Diduga Orang Kepercayaan Nusron

Sebarkan artikel ini
Nusron
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga empat dari delapan tersangka kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan keterlibatan empat pihak swasta yang disebut sebagai orang kepercayaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam kasus suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Keempat tersangka tersebut yakni mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.

KPK menyebut keempatnya berasal dari pihak nonpemerintah. Dugaan posisi mereka sebagai orang kepercayaan Nusron menjadi bagian yang tengah didalami penyidik dalam perkara tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein secara khusus menyebut Erwin dan Muhammad Fakhry sebagai pihak swasta yang diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN.

“ERW selaku pihak swasta yang diduga sebagai orang kepercayaan menteri, dan terakhir MF selaku pihak swasta yang diduga juga sebagai orang kepercayaan menteri,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sebagaimana dikutip dari Berita Satu Selasa (15/9/2026).

Meski demikian, KPK belum menyimpulkan keterlibatan Nusron Wahid dalam perkara tersebut. Penyebutan empat tersangka sebagai orang kepercayaan menteri merupakan dugaan penyidik yang masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan.

Kasus ini mencuat setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek pada Senin (14/9/2026). OTT tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Mereka berasal dari unsur Kementerian ATR/BPN serta pihak swasta yang diduga berkaitan dengan proses pengurusan HGB.

Dari lingkungan Kementerian ATR/BPN, dua pejabat ditetapkan sebagai tersangka, yakni Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Lampri serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung.

Sementara dari pihak swasta, KPK menetapkan Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi dan Rizal Pahlevi. Empat nama lainnya adalah Arif Sugiyanto, Fahd Arafiq, Erwin dan Muhammad Fakhry.

KPK kini masih mengurai peran masing-masing tersangka dalam dugaan suap tersebut. Penyidik juga mendalami proses pengurusan HGB, dugaan aliran uang serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Dengan munculnya nama empat orang yang disebut diduga sebagai orang kepercayaan Nusron, pengusutan kasus ini berpotensi membuka lebih jauh jaringan di balik proses pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk. (Ag4ys/B-Network)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com