PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong • Pakar Hukum Sebut Dugaan Pungutan Gau Maraja di Bontocani Bisa Masuk Pungli • Husniah Tersangka, Wakil Bupati Gowa Berpeluang Ambil Alih Pemerintahan • 45 Tahun BKMT, Syifa Fauzia Lanjutkan Estafet Tutty Alawiyah • 94 Nyawa Melayang Pasca-Gempa NTT, Menagih Kehadiran Negara di Masa Krisis • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong • Pakar Hukum Sebut Dugaan Pungutan Gau Maraja di Bontocani Bisa Masuk Pungli • Husniah Tersangka, Wakil Bupati Gowa Berpeluang Ambil Alih Pemerintahan • 45 Tahun BKMT, Syifa Fauzia Lanjutkan Estafet Tutty Alawiyah • 94 Nyawa Melayang Pasca-Gempa NTT, Menagih Kehadiran Negara di Masa Krisis •
Makassar

El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla

10
×

El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini
Temu Teknis Penyuluh Kehutanan
Kepala Balai P2SDM Wilayah VI, Kamaruddin bersama Plt Kepala BP2SDM Kementerian Kehutanan, drh. Indra Exploitasia,dan undangan VIP lainnya dalam Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, di di Hotel Harper Makassar, Kamis (24/9/2026). (Foto: Joe Fritz)

MAKASSAR — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah prediksi berlanjutnya fenomena El Nino hingga 2027 mendorong penyuluh kehutanan di Sulawesi Selatan memperkuat langkah pencegahan dari tingkat lapangan.

Sebanyak sekitar 100 peserta mengikuti Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah VI bersama Sekretariat BP2SDM Kementerian Kehutanan di Hotel Harper Makassar, Kamis (24/9/2026).

Peserta terdiri atas 80 penyuluh kehutanan dari UPT Kementerian Kehutanan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel. Kegiatan itu juga melibatkan 20 peserta dari sejumlah instansi kehutanan, Tim Manggala Agni, BPBD Kota Makassar, dan BMKG Wilayah IV.

Melalui keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com Sabtu (26/9/2026), Kepala Balai P2SDM Wilayah VI, Kamaruddin, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas penyuluh dalam mencegah dan menangani karhutla, sekaligus mendukung target Indonesia FOLU Net Sink 2030.

Menurutnya, penyuluh memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat di tingkat tapak. Peran tersebut dinilai penting untuk menekan deforestasi dan degradasi hutan yang salah satunya dipicu kebakaran.

Plt Kepala BP2SDM Kementerian Kehutanan, drh. Indra Exploitasia, menegaskan penyuluh tidak cukup hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat. Mereka dituntut menjadi agen perubahan yang mampu membaca potensi kebakaran dan mengambil langkah pencegahan sejak dini.

“Upaya mitigasi harus diarahkan untuk mengidentifikasi sumber-sumber air dan membangun embung sebagai langkah awal pencegahan karhutla,” kata Indra.

Ia juga meminta penyuluh memetakan alasan masyarakat masih menggunakan metode pembakaran dalam membuka lahan, terutama di wilayah yang berulang kali menjadi titik kebakaran.

Pengelolaan data titik panas atau hot spot juga menjadi perhatian. Penyuluh diminta mengidentifikasi kelompok tani hutan yang berada di sekitar titik panas serta memastikan keberadaan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah rawan.

“Jika belum ada kelompok atau MPA, segera bentuk dan dampingi. Tugas utama penyuluh adalah melakukan tindakan preemtif,” ujarnya.

Langkah pencegahan itu dinilai berkaitan langsung dengan target Indonesia FOLU Net Sink 2030. Karhutla menjadi salah satu sumber emisi karbon yang perlu ditekan, sehingga edukasi pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) didorong menjadi bagian penting dari kerja penyuluh di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber juga membahas strategi mitigasi karhutla, tindakan preemtif, hingga penguatan peran penyuluh. Pendekatan budaya menjadi salah satu poin yang ditekankan, termasuk kemampuan memahami bahasa, karakter, dan kebiasaan masyarakat setempat.

Penyuluh Kehutanan
Sejumlah penyuluh kehutanan Sulsel sebagai peserta Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, di di Hotel Harper Makassar, Kamis (24/9/2026). (Foto: Joe Fritz)

Selain teori, peserta mengikuti simulasi pemadaman kebakaran bersama Tim Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Sulawesi. Para penyuluh diperkenalkan dengan peralatan pemadam sekaligus mempraktikkan teknik pemadaman api di lapangan.

Sejumlah penyuluh juga mengungkap kendala yang masih dihadapi dalam penanganan karhutla, mulai dari keterbatasan anggaran, koordinasi lintas sektor, kebutuhan pelatihan hingga penegakan hukum.

Kepala Balai P2SDM Wilayah VI berharap penguatan kapasitas tersebut tidak berhenti pada forum teknis. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh penyuluh diharapkan diteruskan kepada masyarakat untuk menekan munculnya titik api dan mendukung target penurunan emisi sektor kehutanan. (70n)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com