PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • Dari Desa Beroanging, BKMF Sinapsis FIKK UNM Melaju ke Abdidaya Ormawa Nasional • Ilusi Kapitalisme Mengentas Kemiskinan • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • Dari Desa Beroanging, BKMF Sinapsis FIKK UNM Melaju ke Abdidaya Ormawa Nasional • Ilusi Kapitalisme Mengentas Kemiskinan • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti •
Nasional

Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado

9
×

Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado

Sebarkan artikel ini
Hilirisasi Kelapa

MANADO — Potensi kelapa Indonesia dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Peluang itu menjadi salah satu perhatian Tetra Pak dalam ajang World Coconut Day 2026 yang berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, 7-10 Oktober 2026.

Ajang yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama International Coconut Community (ICC) tersebut mempertemukan lebih dari 700 peserta dari lebih dari 20 negara. Tahun ini, World Coconut Day mengangkat tema “Coconuts in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods.”

Tetra Pak hadir dengan menawarkan solusi pengolahan dan pengemasan yang terintegrasi. Perusahaan tersebut melihat pengembangan produk kelapa tidak lagi sebatas menjual bahan mentah, tetapi bagaimana kelapa bisa diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Indonesia sendiri memproduksi sekitar 2,1 juta ton kelapa setiap tahun. Pemerintah juga telah menyiapkan rencana pengembangan 151.554 hektare kawasan hilirisasi kelapa di 28 provinsi. Langkah ini menunjukkan semakin kuatnya dorongan untuk mengembangkan industri kelapa dari hulu hingga menghasilkan produk jadi.

Peluang tersebut semakin terbuka karena selera konsumen ikut berubah. Minuman berbasis kelapa, misalnya, mulai dikembangkan dengan berbagai campuran seperti teh, kopi, minuman energi, dan minuman olahraga. Kategori ini mencatat pertumbuhan tahunan rata-rata 42 persen sepanjang 2022-2025 di kawasan Asia Pasifik.

Hemang Dholakia, Processing Director, Malaysia, Singapore, Philippines & Indonesia (MSPI), Tetra Pak, mengatakan peluang pertumbuhan produk kelapa cukup besar, terutama untuk air kelapa dan krim kelapa.

Menurut dia, pengalaman lebih dari 40 tahun dalam pengolahan kelapa memungkinkan Tetra Pak membantu produsen mengembangkan produk dengan kualitas yang konsisten. Teknologi pengolahan juga dapat digunakan untuk mengurangi kehilangan bahan baku sekaligus memanfaatkan produk samping agar memiliki nilai tambah.

Dari sisi produksi, lini pengolahan Tetra Pak dapat dikonfigurasi untuk mengolah air kelapa maupun krim kelapa. Teknologi seperti separator, Direct UHT, homogenisasi, dan High Shear Mixer dapat digunakan sesuai kebutuhan produk. Dengan sistem tersebut, produsen dapat mengembangkan beberapa jenis produk tanpa harus membuat konfigurasi produksi yang sepenuhnya terpisah.

Sementara dari sisi kemasan, Tetra Pak menawarkan berbagai kemasan aseptik, seperti Tetra Brik® Aseptic, Tetra Prisma® Aseptic, Tetra Classic® Aseptic, dan Tetra Recart®. Kemasan tersebut memungkinkan sejumlah produk kelapa didistribusikan pada suhu ruang tanpa bergantung pada rantai dingin, sehingga lebih mudah menjangkau pasar ritel dan ekspor.

Tetra Pak menyebut kemasan karton kini mencakup 59 persen pasar air kelapa global. Pada 2025, perusahaan tersebut juga memasok lebih dari 2 miliar kemasan untuk minuman kelapa dan air kelapa di berbagai negara. Dalam World Coconut Day 2026, pengunjung dapat melihat langsung solusi tersebut di Booth 11 serta mengikuti sesi “Unlocking Coconut Growth Through End-to-End Packaging and Processing Expertise” pada 8 Oktober 2026. (Rl5/Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com