MAKASSAR — Marc Marquez harus menunda ambisinya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026 setelah hanya finis di posisi kedua pada Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail, Minggu (8/11/2026). Meski gagal menjadi pemenang, pembalap Ducati Lenovo Team itu masih berada dalam posisi kuat untuk merebut mahkota juara dunia musim ini.
Peluang Marquez sebenarnya terbuka di Qatar. Namun, kemenangan Marco Bezzecchi bersama Aprilia membuat skenario penguncian gelar belum terwujud. Sementara Jorge Martin, pesaing terdekatnya, berhasil finis di posisi ketujuh dan tetap menjaga peluang dalam perburuan gelar.
Dalam balapan yang berlangsung selama 22 lap tersebut, Bezzecchi tampil dominan sejak awal hingga menyentuh garis finis. Pembalap Italia itu mencatat kemenangan dengan keunggulan 3,083 detik atas Marquez. Posisi ketiga ditempati Raul Fernandez, disusul Ai Ogura di urutan keempat.
Bagi Marquez, finis kedua tetap menjadi hasil penting. Tambahan poin dari Qatar membuat posisinya semakin kokoh di puncak klasemen sementara. Hingga seri ke-20, Marquez mengoleksi 431 poin, unggul 60 poin atas Jorge Martin yang mengumpulkan 371 poin. Adapun Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 357 poin.
Dengan dua seri tersisa, yakni Portugal dan Valencia, persaingan gelar juara dunia secara matematis kini mengerucut pada Marquez dan Martin. Bezzecchi sudah tidak memiliki peluang mengejar karena selisih poinnya mencapai 74 angka, sementara maksimal 74 poin masih tersedia.
Situasi ini membuat Marquez memiliki keuntungan besar menjelang dua balapan penentuan. Ia tidak harus selalu menjadi pemenang untuk memastikan gelar. Konsistensi finis dan kemampuannya menjaga jarak poin dari Martin akan menjadi faktor paling menentukan.
Peluang Marquez bahkan terbuka untuk mengunci gelar lebih cepat pada seri Portugal. Dengan keunggulan 60 poin saat ini, ia perlu menjaga selisih agar tetap lebih dari 37 poin setelah balapan di Portugal. Sebab, hanya 37 poin maksimal yang bisa diraih seorang pembalap dalam satu akhir pekan MotoGP, termasuk sprint race dan balapan utama.
Artinya, jika Marquez mampu mempertahankan keunggulannya dengan baik di Portugal, gelar juara dunia bisa dipastikan sebelum seri penutup di Valencia. Sebaliknya, apabila Martin berhasil memangkas selisih hingga 37 poin atau kurang, penentuan gelar harus berlanjut ke seri terakhir.
Jika berhasil menjadi juara, pencapaian tersebut akan semakin mempertegas kebangkitan Marquez setelah melewati masa sulit akibat cedera dalam beberapa musim terakhir. Gelar ini juga akan menjadi gelar juara dunia kelas premier kedelapannya, sekaligus menambah catatan prestasi dalam perjalanan karier pembalap asal Spanyol tersebut.
Kini, perhatian tertuju pada seri Portugal yang akan digelar 21 dan 22 November 2026. Marquez memang belum mengunci gelar di Qatar, tetapi keunggulan poin yang dimilikinya membuat jalan menuju takhta juara dunia MotoGP 2026 semakin terbuka. Tantangan terbesarnya tinggal satu: menjaga konsistensi hingga musim benar-benar berakhir. (Ag4ys)













