MAROS – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maros menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan I di Pondok Pesantren Wahdaniatillah, Kecamatan Tanralili. Kegiatan yang berlangsung sejak 24 hingga 27 Agustus 2017 ini, peserta juga dibekali materi bela negara.
Ketua Panitia Pelaksana, M. Yahya mengatakan diklat ini dihadiri Ketua Dewan Tanfidz Nahdlatul Ulama (NU) Maros, Drs. A. Mannan, Ketua Muslimat NU, Mardiana Said Ketua KNPI Maros, Marjan Massere, Ketua DPC PKB Maros, H. Havid, S. Pasha, SH, Danramil Tanralili dan Polres Maros.
“Ketua NU kabupaten Maros mengapresiasi langkah Gerakan Pemuda Ansor Maros yang mampu menggelar pengkaderan seperti DTD ini, kata Yahya, Kamis (24/8/2017).

Yahya menjelaskan, NU sebagai induk dari organisasi pemuda NU seperti Ansor ini harus terus didorong dan diback-up setiap kegiatan-kegiatannya karena nantinya kader pemuda Ansor inilah yang akan menjadi kader NU dan kader bangsa kedepan.
Sementara itu, Sekertaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulsel, Rusdi Idrus dalam sambutannya menegaskan bahwa Ansor adalah organisasi kaderisasi yang harus terus bergerak melakukan kaderisasi demi mencetak kader-kader baru yang militan dan setia pada garis perjuangan organisasi.
GP Ansor adalah organisasi kader jadi setiap orang yang ingin bergabung di Gerakan Pemuda Ansor wajib mengikuti kaderisasi seperti DTD ini atau Pelatihan Kader Dasar (PKD).
Sedangkan, Sekertaris Ansor Maros, Abrar Rahman menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi baik moril maupun materil demi terlaksananya DTD ini.
“Diklat Terpadu Dasar ini adalah kaderisasi awal untuk memperkenalkan organisasi Ansor kepada sahabat-sahabat peserta,” jelas Abrar Rahman.
Kegiatan ini, peserta diberi materi ke-NU-an, ke-Ansor-an, ke-Banser-an dan meteri wajib yaitu Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) karena merupakan ideologi serta metode berfikir dari organisasi Ansor ini.
Selain itu, para peserta juga akan dibekali materi bela negara oleh anggota TNI serta sistem keamanan nasional dari pihak kepolisian. (aks/shar)














