PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • PEMBERITAHUAN REDAKSI MEDIASULSEL.COM: Waspadai pihak yang mengatasnamakan Mediasulsel.com dan Mediasulsel.co.id. Perhatikan kesesuaian logo serta identitas resmi Mediasulsel. Seluruh jurnalis Mediasulsel dilengkapi ID Card resmi saat bertugas. Jika menemukan tindakan penyalahgunaan nama dan identitas Mediasulsel, segera lakukan konfirmasi kepada Redaksi melalui WhatsApp 0822-8999-8073. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dies Natalis ke-44 FKM Unhas Beri Pelatihan Kader Posyandu Maros • Festival Pasar Rakyat Adira Finance Digelar di Pasar Pabaeng-baeng Makassar, 36 Pedagang Dapat Pendampingan Usaha • PT SCI Sulsel Garap Bisnis Mini Soccer dan Buka Manifesto Coffee di Makassar • Kapolda Sulsel Pimpin Penghijauan TPA Tamangapa, 100 Pohon Tabebuya Ditanam • DPRD Makassar Setujui Pembahasan Perubahan PD Terminal Menjadi Perseroda • Merok Toraja Utara, Tradisi Adat yang Memikat Wisatawan Asing • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • PEMBERITAHUAN REDAKSI MEDIASULSEL.COM: Waspadai pihak yang mengatasnamakan Mediasulsel.com dan Mediasulsel.co.id. Perhatikan kesesuaian logo serta identitas resmi Mediasulsel. Seluruh jurnalis Mediasulsel dilengkapi ID Card resmi saat bertugas. Jika menemukan tindakan penyalahgunaan nama dan identitas Mediasulsel, segera lakukan konfirmasi kepada Redaksi melalui WhatsApp 0822-8999-8073. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dies Natalis ke-44 FKM Unhas Beri Pelatihan Kader Posyandu Maros • Festival Pasar Rakyat Adira Finance Digelar di Pasar Pabaeng-baeng Makassar, 36 Pedagang Dapat Pendampingan Usaha • PT SCI Sulsel Garap Bisnis Mini Soccer dan Buka Manifesto Coffee di Makassar • Kapolda Sulsel Pimpin Penghijauan TPA Tamangapa, 100 Pohon Tabebuya Ditanam • DPRD Makassar Setujui Pembahasan Perubahan PD Terminal Menjadi Perseroda • Merok Toraja Utara, Tradisi Adat yang Memikat Wisatawan Asing •
News

Bersih-Bersih BUMN, Demokrasiana Institute: Wajib Konsisten dan Tidak Tebang Pilih

569
×

Bersih-Bersih BUMN, Demokrasiana Institute: Wajib Konsisten dan Tidak Tebang Pilih

Sebarkan artikel ini
Zaenal Abidin Riam Koordinator Presidium Demokrasiana Institute
Zaenal Abidin Riam (Koordinator Presidium Demokrasiana Institute)

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir masih melanjutkan agenda bersih bersih BUMN, pada dasarnya tindakan yang diambil Erick sudah berada pada koridor tepat, akan tetapi agenda bersih bersih ini harus dilakukan secara total dan menyeluruh serta tidak tebang pilih.

Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin Riam, memandang gebrakan Erick dalam kasus Garuda dengan memecat Dirut sudah baik namun belum cukup, tindakan tersebut hanya berpeluang mengembalikan kepercayaan publik kepada BUMN.

“Pemecatan Dirut Garuda sudah benar tetapi tindakan itu tidak cukup untuk membuat BUMN berjaya, itu hanya sebagai stimulus agar kepercayaan publik kepada BUMN kembali menguat,” jelas Enal di Jakarta.

Menurutnya Erick tidak boleh hanya berhenti di kasus Garuda, masih banyak kasus lain yang membelit BUMN, sebutlah kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya dan kasus Bank BTN, bahkan dalam kasus Jiwasraya kerugian negara lebih besar dari penyeludupan Harley di pesawat Garuda.

Lebih lanjut Enal menekankan masalah utama dalam tubuh BUMN adalah menjamurnya korupsi, terbukti beberapa petinggi BUMN telah menjadi pesakitan akibat korupsi, Erick perlu melakukan langkah serius mengatasi akar masalah ini.

“Yang paling mendesak adalah mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih, jauh dari prilaku koruptif, sangat mendesak membentuk manajemen yang melahirkan korporasi bersih, menempatkan orang bersih dan punya kompetensi memajukan BUMN,” ungkap Enal. (*/shar)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com