Beranda » News » Akankah Intimidasi Surutkan Langkah Caleg Perempuan?
Akankah Intimidasi Surutkan Langkah Caleg Perempuan?
Dwi Septiawati Djafar, caleg Partai Keadilan Sejahtera dan Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI).
News

Akankah Intimidasi Surutkan Langkah Caleg Perempuan?

PEMILU – Kekerasan berbasis gender dalam pemilu, lewat berbagai bentuk, memang kerap dialami caleg perempuan. Kritik tidak semata ditujukan terhadap visi caleg perempuan, tetapi juga identitas gender mereka.

Disampaikan lewat media sosial dan media mainstream seperti suratkabar, televisi dan radio; maupun ketika berhadapan langsung di daerah-daerah pemilihan.

Dwi Septiawati Djafar, caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan, intimidasi dalam bentuk apapun tidak boleh dilakukan terhadap siapapun.

Namun caleg untuk daerah pemilihan Jawa Barat VII yang mencakup Karawang, Bekasi dan Purwakarta itu mengatakan semua pihak hendaknya juga menjaga sikap dan berkompetisi secara sehat.

“Dalam suasana kompetisi yang cenderung makin memanas, hendaknya semua pihak dapat menjaga sikap dan perilaku yang mencerminkan saling menghormati, saling menghargai dan mengutamakan persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa,” ujarnya, seperti lansir VOA, Senin (7/1/2019).

Dwi Septiawati mengatakan siap terjun sebagai caleg berarti harus siap mental menghadapi segala kemungkinan di lapangan.

“Jangan menyerah. Pantang mundur dan harus tegar seperti batu karang. Kuncinya bersandar pada kekuatan yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Lebih jauh caleg yang juga menjadi Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia KPPI itu juga menyerukan kepada semua caleg perempuan utuk tetap semangat.

“Realita masyarakat yang belum berpihak pada perempuan justru menjadi tantangan untuk terus melakukan edukasi politik secara baik dan bijak pada masyarakat,” tegasnya. [VOA]