Amarah Stimulan Gerakan 98
Kabar meninggalnya 3 orang mahasiswa UMI membangun lahirnya aksi solidaritas mahasiswa dari berbagai kampus di beberapa daerah.
Daerah-daerah yang melakukan aksi solidaritas adalah Yogyakarta, Surabaya, Palembang bahkan Jakarta.
Saat itu gelombang demonstrasi kian memanas, tuntutan mahasiswa bertambah tidak hanya soal tarif angkot. Tapi melebar pada issu pelanggaran hak asasi manusia.
Menjadi semakin massif karena gerakan mahasiswa didukung oleh Baharuddin Lopa yang saat itu adalah anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham). Dan kebetulan Almarhum Andi Sultan adalah keponakan dari Baharuddin Lopa.
Dari Amarah 1996 dipercaya oleh beberapa pihak termasuk para pelakunya bahwa gerakan tersebut menjadi kunci dan stimulan lahirnya gerakan mahasiswa 1998 dalam menggulingkan kekuasaan otoriter Orde Baru.
Meskipun setelah Amarah 1996 terjadi beberapa rentetan gerakan mehasiswa menuju ke-98, namun diyakini bahwa Amarah merupakan titik tolak pertama gerakan 98 yang direspon oleh mahasiswa dari berbagai daerah.













