PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Appi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurKios Pangan Diperkuat, DKP Makassar Bidik Stabilitas Harga dan Akses Sembako WargaFH Unhas Bidik Kerja Sama dengan UNODC, Bahas Kejahatan Transnasional hingga KorupsiPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Appi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurKios Pangan Diperkuat, DKP Makassar Bidik Stabilitas Harga dan Akses Sembako WargaFH Unhas Bidik Kerja Sama dengan UNODC, Bahas Kejahatan Transnasional hingga Korupsi
Toraja Utara

Ancaman Campak Menggila, PKK Toraja Utara Ingatkan Orang Tua Jangan Lalai Lindungi Anak

123
×

Ancaman Campak Menggila, PKK Toraja Utara Ingatkan Orang Tua Jangan Lalai Lindungi Anak

Sebarkan artikel ini
Ancaman Campak Menggila, PKK Toraja Utara Ingatkan Orang Tua Jangan Lalai Lindungi Anak
Ketua TP PKK Toraja Utara, Ny. Damayanti B. Palimbong, S.IP., M.A, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap campak di tengah lonjakan kasus dan status KLB di Sulawesi Selatan. (Foto : Anny Marimbunna)

TORAJA UTARA—Lonjakan kasus campak di Sulawesi Selatan yang telah berujung pada status Kejadian Luar Biasa (KLB) kini menjadi alarm serius bagi semua pihak. Di tengah tren peningkatan yang cepat, Tim Penggerak PKK Kabupaten Toraja Utara angkat suara, mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menganggap penyakit ini sebagai hal sepele.

Data hingga 8 April 2026 mencatat sebanyak 169 kasus campak tersebar di berbagai wilayah Sulsel. Angka ini melonjak dalam waktu singkat, memaksa pemerintah bergerak cepat untuk memutus rantai penularan yang kian meluas.

Ketua TP PKK Toraja Utara, Ny. Damayanti B. Palimbong, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan berpotensi memicu dampak serius jika diabaikan.

“Penularannya sangat cepat, bisa lewat batuk, bersin, bahkan benda yang terkontaminasi. Jangan tunggu parah baru dibawa ke fasilitas kesehatan,” tegasnya, Minggu (12/4/2026).

Ia menekankan, kewaspadaan keluarga—terutama orang tua—menjadi benteng pertama dalam mencegah meluasnya kasus di daerah yang dikenal dengan ikon wisatanya tersebut.

Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi masyarakat, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), imunisasi campak, serta menjaga daya tahan tubuh anak.

“Toraja Utara harus bisa mengantisipasi lebih awal. Edukasi dan kesadaran masyarakat jadi kunci,” ujarnya.

Secara medis, campak diawali dengan gejala seperti demam, batuk, pilek, dan mata merah berair, sebelum muncul ruam merah di tubuh. Namun di balik gejala awal yang terlihat ringan, penyakit ini menyimpan ancaman serius.

Damayanti mengingatkan, campak bisa berkembang menjadi komplikasi berat bahkan berujung kematian, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, anak dengan gizi buruk, serta mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

“Ini bukan penyakit biasa. Kalau tidak ditangani dengan baik, risikonya sangat besar,” tandasnya.

PKK Toraja Utara pun menegaskan, peran aktif keluarga menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran campak. Kewaspadaan sejak dini dinilai sebagai langkah paling efektif untuk melindungi anak-anak dari ancaman yang kian nyata. (4ny)

Ancaman Campak Menggila, PKK Toraja Utara Ingatkan Orang Tua Jangan Lalai Lindungi Anak
Poster edukasi kewaspadaan campak yang disebarluaskan TP PKK Toraja Utara sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penularan, gejala, dan langkah pencegahan.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com