TORAJA UTARA—Lonjakan kasus campak di Sulawesi Selatan yang telah berujung pada status Kejadian Luar Biasa (KLB) kini menjadi alarm serius bagi semua pihak. Di tengah tren peningkatan yang cepat, Tim Penggerak PKK Kabupaten Toraja Utara angkat suara, mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menganggap penyakit ini sebagai hal sepele.
Data hingga 8 April 2026 mencatat sebanyak 169 kasus campak tersebar di berbagai wilayah Sulsel. Angka ini melonjak dalam waktu singkat, memaksa pemerintah bergerak cepat untuk memutus rantai penularan yang kian meluas.
Ketua TP PKK Toraja Utara, Ny. Damayanti B. Palimbong, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan berpotensi memicu dampak serius jika diabaikan.
“Penularannya sangat cepat, bisa lewat batuk, bersin, bahkan benda yang terkontaminasi. Jangan tunggu parah baru dibawa ke fasilitas kesehatan,” tegasnya, Minggu (12/4/2026).
Ia menekankan, kewaspadaan keluarga—terutama orang tua—menjadi benteng pertama dalam mencegah meluasnya kasus di daerah yang dikenal dengan ikon wisatanya tersebut.
Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi masyarakat, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), imunisasi campak, serta menjaga daya tahan tubuh anak.
“Toraja Utara harus bisa mengantisipasi lebih awal. Edukasi dan kesadaran masyarakat jadi kunci,” ujarnya.
Secara medis, campak diawali dengan gejala seperti demam, batuk, pilek, dan mata merah berair, sebelum muncul ruam merah di tubuh. Namun di balik gejala awal yang terlihat ringan, penyakit ini menyimpan ancaman serius.
Damayanti mengingatkan, campak bisa berkembang menjadi komplikasi berat bahkan berujung kematian, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, anak dengan gizi buruk, serta mereka yang belum mendapatkan imunisasi.
“Ini bukan penyakit biasa. Kalau tidak ditangani dengan baik, risikonya sangat besar,” tandasnya.
PKK Toraja Utara pun menegaskan, peran aktif keluarga menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran campak. Kewaspadaan sejak dini dinilai sebagai langkah paling efektif untuk melindungi anak-anak dari ancaman yang kian nyata. (4ny)












