MAKASSAR – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Toraja Utara menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan keluarga dan penurunan stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, usai mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026, di Makassar, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan itu berlangsung pada 2–3 Maret 2026 di Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, dengan tema “Transformasi Kemendukbangga Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045.”
Rakorda diawali dengan Pra-Rakorda yang diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Pertemuan utama kemudian menghadirkan pimpinan daerah, Forkopimda, serta mitra strategis lintas sektor.
Forum tersebut menjadi wadah penyelarasan kebijakan pembangunan keluarga antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mendorong inovasi dan praktik baik guna mengoptimalkan pelaksanaan Program Bangga Kencana di Sulawesi Selatan.
Sejumlah poin strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya penguatan transformasi kelembagaan, optimalisasi program prioritas sebagai akselerator pembangunan daerah, peningkatan kemitraan dalam percepatan penurunan stunting, serta penguatan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai landasan pembangunan daerah ke depan.
Ketua TP PKK Kabupaten Toraja Utara, Damayanti B. Palimbong, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil Rakorda melalui implementasi program prioritas di daerah.
Beberapa program yang menjadi perhatian utama meliputi GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), serta Program Hidayah (Lansia Berdaya).
Selain itu, penguatan digitalisasi melalui aplikasi keluarga dan intervensi kelompok rentan lewat program MBG 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD juga menjadi fokus implementasi.
“Program-program ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Damayanti.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen PKK Toraja Utara dalam meningkatkan kualitas keluarga dan sumber daya manusia, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.
Melalui hasil Rakorda ini, PKK Toraja Utara bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat sinergi pembangunan keluarga sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. (4nny)













