MAKASSAR—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sulsel akan melakukan berbagai program prioritas tahun 2022 dengan tetap mengacu pada visi misi Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Dukcapil Sulsel, Sukarniaty Kondolele mengatakan, program prioritas Dukcapil senantiasa mengacu pada visi misi Gubernur Sulsel dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
“Program prioritas diantaranya Layanan Integrasi dan Pengembangan Sistem Administrasi berbasis kependudukan (LIPA’SABEKU), Dukcapil Go digital, serta akan menghadirkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM),” ungkapnya, Rabu (19/1/2022).
Ia menjelaskan untuk ADM rencananya akan mulai dilaksanakan di kota makassar tahun ini. “Kita rencanakan di Makassar tahun ini, sudah ada ADM yang akan ditempatkan di seluruh kecamatan di kota Makassar termasuk di tempat-tempat keramaian seperti Mall untuk memudahkan masyarakat membuat administrasi kependudukan dengan cepat,” jelasnya.
“Misalnya, untuk membuat kartu keluarga, masyarakat tinggal memasukkan kartu kayak di ATM kemudian menginput data mereka seperti nama, alamat dan lainnya dan selanjutnya tinggal memilih keperluan apa. Setelah lengkap dokumennya langsung bisa tercetak dan selesai sehingga masyarakat tidak perlu capek mendatangi kantor dukcapil,” sambungnya.
Sukarniaty Kondolele juga akan mempersiapkan semuanya dengan maksimal agar bisa berjalan sesuai rencana. “Masih terus kita lakukan pendampingan dengan dukcapil kota makassar, karena terkadang masyarakat kalau melihat hal baru pasti merasa aneh, sehingga harus disosialisasikan terlebih dahulu,” Tuturnya.
Lebih jauh Ani panggilan akrabnya mengemukakan, untuk pengadaan saranan dan prasarananya menggunakan anggaran pemerintah kota Makassar.
“Anggaran pengadaan ADM nya ada di Pemkot Makassar, karena pemerintah provinsi sulsel tinggal mensupport, apa lagi semua urusan pelayanan sudah di serahkan ke kabupaten dan kota, kita provinsi tinggal melakukan pengawasan, supporting serta lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, untuk program LIPA’SABEKU Ia menyebutkan program ini telah digagas dua tahun lalu dan telah dilaksanakan secara bertahap.
“Sudah digagas dua tahun lalu, tapi lakukan bertahap mengingat kondisi anggaran. Tapi keterbatasan anggaran itu tidak jadi kendala kita tetap lakukan tahap demi tahap sesuai target kita, kita sesuaikan,” tambahnya.
Ia melanjutkan, untuk program Dukcapil Go Digital, akan lebih dimaksimalkan lagi, mengingat pandemi covid-19 ini mengharuskan semua digitalisasi.
“Dukcapil go digital lebih maksimal terealisasi dan bisa di manfaatkan dengan baik karena pandemi sekarang semua harus digitalisasi,” bebernya.
Program prioritas lainnya yaitu, Bincang Kecapi atau Bicara Kependudukan dan Catatan Sipil. “Bagaimana program ini memberikan pelayanan lebih baik dengan kita mendengar keluh kesah dan masukan masyarakat di kabupaten kota di sulsel, untuk kemudian melakukan perbaikan,” pungkasnya. (*)













